Australia Akan Punyai 6 Perdana Menteri Sekaligus Dalam 6 Tahun Terakhir !

0
1040
Australian Prime Minister designate Malcolm Turnbull
epa04930809 A picture made available on 15 September 2015 shows Australian Prime Minister designate Malcolm Turnbull leaves his home in Canberra, Australia, 14 September 2015. Tony Abbott was ousted as leader of the Liberal Party on 14 September 2015 by his communications minister, Malcolm Turnbull, in a move that will see him replaced as Australian prime minister. Turnbull, now premier-designate, won by 54 votes to 44, after resigning his portfolio and calling for a leadership vote earlier in the day. His government would be 'committed to freedom, the individual and the market,' he said. EPA/SAM MOOY AUSTRALIA AND NEW ZEALAND OUT

Dalam Kurun Waktu 6 Tahun, Australia Akan Punya 6 Perdana Menteri Sekaligus

Indowarta.com – Suatu hal yang awam ataupun asing di mata masyarkat kini bakaln terjadi di negeri kangguru Australi. Kini Aurtalia akan punya 6 Perdana Menteri sekaligus dalam kurun waktu 6 tahun.

Senggul hal yang terdengar sangat janggal, namun itu semua bukanlah hal yang mustahil untuk terjadi di negara tetangga dekat Indonesia itu, yakni Australia.

Pada tanggal 2 Juli yang akan datang, Australia akan mengadakan pemilihan umum nasional. Sebuah pesta demokrasi ini merupakan pesta yang pertama sejak tiga tahun lalu yakni tahun 2013.

Pemilu yang akan terajdi kali ini, akan sangat seru dan juga menarik, Sebab, partai tengah-kanan Liberal, akan berupaya mati-matian untuk mempertahankan kekuasaannya dari kelompok oposisi tengah-kiri, yaitu partai pekerja.

Menurut informasi yang terkahir, bahwa partai Liberal yan dipimpin oleh  Perdana Menteri Malclom Turnbull patut waspada. Karena, mereka semua hanya unggul snagt tipit dari Partai Pekerja yang di pimpin oleh Bill Shorten.

Dan kalau Shorten memenagkan pemilu kali ini, maka sejarah baru akan tercipta di Australia. Pemimpin oposisi ini akan jadi Perdana Menteri ke-6 Autralia dalam kurun waktu 6 tahun terakhir.

Sejak 2010, Australia memang kerap berganti Kepala Pemerintahan. PM saat ini, Malclom Turnbull belum genap satu tahun ada di kursi penting tersebut.

Pada September lalu, Partai Liberal setuju memecat PM sebelumnya Tony Abbott dan menggantinya dengan Turnbull. Sebelum digulingkan, popularitas Abbott turun drastis akibat beberapa masalah termasuk pemberian gelar Ksatria Order of Australia kepada anggota Kerajaan Inggris Pangeran Philip.

Bukan hal pertama kali pergantian kekuasaan terjadi dalam waktu yang begitu singkat. Pergantian itu, dimulai sejak tahun 2010 sat Julia Gillard menggulingkan kekuasaan Kevin Ruud.

menurut Direktur Institut Jajak Pendapat Lowy, Alex Oliver, bahwa fakta pergantian PM yang cepat di Australia adalah menunjukan adanya gejala masalah yang sama dengan demokrasi di negara Barat lain. Termasuk di Negara Inggris dan juga negara Amerika Serikat.

Pada pesta demokrasi yang akan terjadi di Australia itu. Perdana Menteri Turnbull masih tetap populer, tapi kekecewaan dinyatakan oleh beberapa warga Australia, sebab Turnbul masih saja mempertahankan bebrapa kebijakan kontroversial yang di keluarkan oleh Abbot.

Sedangakan penantang nya Bill Shorten adalah seorang yang dikenal sebagai ekonom yang humoris. Namanya terangkat, usai dirinya berperan dalam menggulingkan kekuasaan PM Kevin Rudd pada tahun 2010.

Dalam kampanyenya, dia menyatakan akan merubah sejumlah kebijakan Partai Liberal di sektor ekonomi dan jaminan kesehatan.

Baca Juga :  Wapres Jusuf Kalla Inginkan Generasi Indonesia Terjun Ke Dunia Usaha !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here