Sudah 9 Bulan Kasus Novel Baswedan Belum Menemui Titik Terang!

0
262
Novel Baswedan
Copyright©Youtube

Sejak Terjadi pada 11 April 2017 lalu, Hingga Sekarang ini Kasus Novel Baswedan Masih Belum Menemukan Titik Terang

Indowarta.com – Sudah sembilan bulan kasus teror penyerangan penyidik senior KPK, Novel Baswedan dalam penanganan pihak kepolisian. Namun hingga sekarang ini kasus yang terjadi pada 11 April 2017 lalu itu belum kunjung menemui titik terang untuk mengungkap siapa pelaku dibalik penyerangan itu.

BACA JUGA : Sidang Cerai Ahok dan Veronica Tan Ditetapkan 31 Januari!

“Hari ini, tepat tanggal 11 Januari 2018, kasus penyerangan penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan memasuki usia sembilan bulan,” kata Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Maneger Nasution, Kamis (11/1/18).

Akan tetapi, seperti diketahui kalau sampai sekarang ini kasus yang telah mencelakakan Novel Baswedan itu masih belum menemui titik terang, setelah dia diserang oleh orang tak dikenal usai salat subuh dari masjid di sekitar lingkungan rumahnya.

Sampai sekarang ini, pelaku dalam kasus yang sempat menyita perhatian beberapa waktu lalu itu masih belum diketahui. Untuk saat ini kasus Novel Baswedan itu masih begulir di kepolisian untuk mengungkap palaku dalam kejadian tersebut.

“Padahal untuk kasus-kasus yang lain, bahkan untuk kasus berkategori extra ordinary crime pun, pelaku bisa cepat ditemukan dan diproses secara hukum,” papar dia.

Novel baswedan
Copyright ©okezone

Melihat adanya kondisi ini, desakan dari sejumlah pihak yang salah satunya adalah Komnas HAM yang ditujuan kepada Presiden untuk melakukan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) terus disuarakan. Namun bentuk desakan ini masih belum ada tanggapan.

BACA JUGA : Pernyataan Istana Soal Kemungkinan Reshuffle Kabinet Hari Ini!

Oleh sebab itu, Manager terus memberikan desakan kepada Komisionmer Komnas HAM yang baru, untuk melanjutkan usulan membentuk TGPF dalam menangani kasus Novel Baswedan ini. Serta meminta kepada Presiden untuk memberikan persetujuan adanya pembentukan ini.

“Pembentukan semacam TGPF itu diperlukan. Di samping untuk kepastian hukum, TGPF juga untuk memenuhi hak keluarga untuk tahu tentang pelaku dan tindak lanjut kasus tersebut, dan menjamin masa depan pemberantasan korupsi, HAM, dan demokrasi,” paparnya.

BACA JUGA : Novel Baswedan Sudah Nyaris Pesimis Kasusnya Akan Terungkap!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here