Ditetakan Jadi Tersangka, Fredrich Yunadi Minta Boikot KPK!

0
301
fredrich
Copyright ©jawapos

KPK Menetapkan Mantan Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi Sebagai Tersangka

Indowarta.com – Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi merasa geram dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran dirinya ditetapkan sebagai tersangka, dengan dugaan merintangi penyidikan dalam kasus korupsi e-KTP.

BACA JUGA : Penahanan Fredrich Yunadi Bukan Bentuk Kriminalisasi!

Oleh karena itu dia meminta kepada seluruh advokat di Indonesia untuk memboikot lembaga antirasuah tersebut. “Saya hanya mengimbau advokat seluruh Indonesia boikot KPK. Itu saya minta,” kata Fredrich Yunadi di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Senin, 15 Januari 2018.

Disamping itu, dirinya membantah kalau dia sudah memesan satu kamar perawatan di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, sebelum Setya Novanto mengalami kecelakaan. Fredrich Yunadi beranggapan kalau KPK sudah melakukan kriminalisasi.

WAJIB BACA :  Hanya Satu Mata, Novel Baswedan Tak Akan Menyerah Perangi Korupsi!

“Itu bohong. Buktikan semua itu, semua nipu. Bohong semua itu,” kata dia.

Dia juga membantah kalau telah diikuti seharian oleh penyidik KPK pada saat itu. Fredrich Yunadi mengaku pada saat penangkapan dilakukan, dia sedang berada di rumah sakit tersebut untuk berobat di Rumah Sakit Medistra.

Fredrich Yunadi
Copyrigt ©Merdeka

“Saya di rumah sakit kebetulan berobat, kemudian datang dijemput, hanya itu aja. Tidak ada dicari seharian, itu semua bohong itu, jadi harus inget,” pungkasnya.

BACA JUGA : Rekam Jejak Sosok Bambang Soesatyo, Ketua DPR Baru Golkar Gantikan Setya Novanto!

Sebelumnya diketahui bahwa KPK sudah mentapkan tersangka mantan pengancara Setya Novanto, Fredrich Yunadi dan salah satu dokter di RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo (BST). Keduanya diduga sudah menghalangi proses penyilidikan KPK terhadap kasus dugaan korupsi e-KTP.

WAJIB BACA :  Kenapa Polisi Belum Tangkap Pelaku Penyerang Novel Baswedan?

Selain itu, KPK juga menduga kalau data kesehatan dari Setya Novanto di rumah sakit tersebut telah dimanipulasi. Oleh karena itu, ini yang menjadi dasar dari KPK menetapkan Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka.

KPK menilai kalau hal itu dilakukan untuk dapat menghindarin pemeriksaan kepada Setya Novanto oleh penyidik terkait dengan kasus e-KTP. KPK juga memastikan kalau mantan pengacara Novanto itu sebelumnya sudah melakukan pemesanan satu kamar perawatan kepada kliennya sebelum mengalami kecelakaan, bahkan sekarang ini KPK juga sudah memiliki bukti mengenai dugaan tersebut.

BACA JUGA : Beredarnya Kabar Try Sutrisno Meninggal Dunia Dipastikan Hoax!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here