Aliran Dana Kasus E-KTP Setya Novanto Sengaja Dibuat Rumit?

0
400
Setya Novanto
Copyright©nasional kompas

KPK Menilai Agar Tidak Mudah Dibongkar, Aliran Dana Kepada Setya Novanto Sengaja Dibuat Rumit

Indowarta.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KP) menyatakan bahwa aliran dana mengenai pengadaan proyek e-KTP yang sudah mengarahkan kepada Setya Novanto memang dibuat rumit. KPK menilai kalau itu sengaja dilakukan agar tidak mudah untuk diungkap.

BACA JUGA : Gara-gara Melakukan Hal Melakukan ini, Saksi Sidang Setya Novanto Ditegur Majelis Hakim!

Sebelumnya, pada dua kali persidangan yang diselenggarakan pada 11 Januari dan 15 Januari 2018 lalu, Jaksa KPK sudah memanggil saksi yang berasal dari perusahaan penukaran uang atau money changer untuk memberikan keterangan.

Berdasarkan keterangan yang telah mereka berikan, memang terungkap adanya sebuah skema barter dolar yang sudah dilakukan oleh keponakan Setya Novanto, yaitu Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.

WAJIB BACA :  Kenapa Polisi Belum Tangkap Pelaku Penyerang Novel Baswedan?

Bentuk skema barter dolar ini dilakukan sebagai langkah untuk dapat memindahkan uang luar negeri ke Indonesia, namun tanpa menggunakan transfer bank. Mengenai skema itu telah dijelaskan oleh jaksa KPK dalam persidangan agar menunjukkan seberapa rumit aliran dana yang mengarah pada Setya Novanto.

Setya Novanto
Copyright ©Tempo

Selain itu, Jaksa juga menyebutkan bahwa uang yang telah dipegang oleh Irvanto itu merupakan uang yang berasal dari PT Biomorf Mauritius, yang merupakan perusahaan milik Johannes Marliem. Untuk cara barter dolar itu dilakukan oleh Irvanto dengan melakukan transfer uangnya di Singapura ke sejumlah rekening Singapura yang sebelumnya sudah diberikan oleh perusahaan penukaran uang.

BACA JUGA : Ditetakan Jadi Tersangka, Fredrich Yunadi Minta Boikot KPK!

Kemudian, Irvanto telah mengambil uang muliknya dengan bentuk cash  yang berasal dari stok milik perusahaan penukaran uang tersebut. Oleh karena itu, bentuk trasaksi yang sudah dilakukan dengan cara menggunakan rekening bank luar negeri itu tidak akan dapat dibaca oleh pihak otoritas dalam negeri.

WAJIB BACA :  Hanya Satu Mata, Novel Baswedan Tak Akan Menyerah Perangi Korupsi!

“Ya, kita sudah temukan bukti-bukti bagaimana dugaan aliran dana dibuat berlapis-lapis sehingga tidak mudah diungkap jika tidak dilakukan investigasi mendalam dan kerja sama antar institusi dan lintas negara,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Selasa (16/1/18).

Jaksa KPK memang sengaja sudah menghadirkan sejumlah saksi mengenai hal itu dalam sidang awal. Hal ini dilakukan sebagai langkah pertama untuk membuktikan terkait penerimaan uang kepada tersangka Setya Novanto.

“Ya ini bagian dari strategi KPK membuktikan dugaan SN (Setya Novanto) diperkaya jutaan USD terkait proyek e-KTP. Sebagai salah satu unsur di Pasal 2 atau Pasal 3 UU Tipikor, yaitu memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi,” ucap Febri.

BACA JUGA : Anies Baswedan Meninjau Lokasi Museum Bahari yang Kebakaran!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here