Bukti Mahar Politik di Partai Hanura!

0
3122
Yan Mandenas, kader dari Papua,
Copyright ©Tribunnews

Kader Hanura Ungkap Mengenai Adanya Mahar Politik

Indowarta.com – Terkait dengan dugaan adanya mahar politik dalam Partai Hanura Kubu Oesman Sapta Odang (OSO) kembali telah diungkap. Salah satu kader partai dari Papua, Yan Mandenas mengaku kalau dirinya sempat dimintai sejumlah uang untuk menjadi calon Bupati Biak Numfor.

BACA JUGA : Hanura Siap Pertahankan Tradisi Menang Terus di Pilkada Jabar Saat Dukung Ridwan Kamil!

Mengenai pernyataan itu, dirinya telah membuktikannya melalui pesan singkat yang dilakukan dengan seorang pengurus Hanura. Yang mangatakan kalau sempat melakukan pertemuan dengan OSO mengenai mahar tersebut.

“Itu saya diminta mahar, minta berapa, satu kursi Rp 350 Juta saya harus bayar. Dua kursi Rp 700 juta saya harus bayar,” ujar Yan di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Kamis (18/1/18).

Lalu setelah itu, Ketua DPP Hanura Benny Ramdhani sudah diminta untuk mengurus mengenai hal tersebut. Karena gerah dengan adanya kewajiban mahar itu, pada akhirnya Yan langsung menghubungi Sekretaris Jendral Hanura Sarifuddin Sudding.

Yan Mandenas, kader dari Papua
Copyright ©Google

Setelah adanya hal tersebut, Yan akhirnya memutuskan untuk membatalkan pencalonannya menjadi Bupati Biak Numfor. Sekarang ini dia telah bergabung dengan Hanura kubu Sudding.  Disamping itu, dia juga menginginkan pencalonan seperti dimasa pimpinan Wiranto.

BACA JUGA : Megawati, SBY Sampai Prabowo Jadi Juru Kampanye di Pilgub Jabar!

“Ini barang yang terbuka. Beda dulu Pak Wiranto pimpin partai. Kader saya beberapa yang saya hasilkan bisa maju tanpa mahar. Lima kursi pakai gratis. Kita mau yang kayak gitu,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Hanura kubu Sudding baru saja selesai menggelar Munaslub, Kamis (19/1/18). Dalam Munaslub itu memutuskan untuk memilih Daryatmo menjadi Ketua Umum partai yang baru untuk menggantikan OSO.

Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, Wiranto mengatakan kalau sudah menyerahkan surat untuk Ketua Fraksi Partai Hanura DPR RI Dossy Iskwandar pada saat melakukan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di kantor DPP, Partai Hanura, Bambu Apus, Jakarta Timur. Menurutnya isi surat tersebut dalah sebuah bentuk penghormatan kepada kader partainya yang sedang mengadakan munaslub.

“Ada kata-kata yang masih perlu dikoreksi. Bahwa saya menghormati hak itu, hak politik anggota (partai) sebagai pemilik partai saya hormati,” ujar Wiranto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/1/18).

BACA JUGA : 9 Program Unggulan yang Diusung Gus Ipul dan Puti Untuk Pilgub Jatim!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here