Karena Kecanduan Smartphone, 2 Pelajar Bondowoso Ini Alami Gangguan Jiwa!

0
348
Dua Anak Kecanduan Smartphone
Copyright ©antaranews

Begini Kondisi 2 Pelajar yang Alami Kecanduan Smartphone

Indowarta.com – Sejak Desember lalu dua pasien kecanduan smartphone, berinisial A (17) dan H (15) masih menjalani perawatan di Poli Jiwa RSUD Dokter Koesnadi, Bondowoso. Kedua pasien tersebut masih duduk dibangku SMP dan SMA.

BACA JUGA : Viral Video Gadis 17 Tahun Dipaksa Kawin dengan Pria Tua!

Seperti yang ditayangkan pada Liputan6 Malam, SCTV, Kamis (18/1/18), berdasarkan hasil diagnosa kejiwaan kedua pasien tersebut telah dinyatakan kalau mereka sudah kecanduan akut. Bahkan mereka akan sangat marah hingga membanting-banting benda atau menyakiti diri sendiri saat diminta untuk melepaskan smartphone dari tangannya.

Namun setelah menjalani beberapa perawatan di rumah sakit, kedua pelajar kecanduan smartphone ini sudah terlihat mulai berangsur membaik. Akan tetapi, mereka harus tetap mendapatkan terapi khusus yang dilakukan rumah sakit untuk penyembuhannya.

Selain itu pendampingan pihak keluarga juga sangat diperlukan untuk sebagian proses dalam penyembuhan kecanduan smartphone ini. Dokter jiwa menilai, dalam hal ini peran keluarga sangat penting agar anak terhindar dari kecanduan ponsel pintar tersebut.

Dua Anak Kecanduan Smartphone
Copyright ©antaranews

“Saya yakin diluar sana banyak pecandu gadget yang mungkin tidak menyadari perubahannya dan tidak menyadari bahwa ini merupakan gangguan jiwa,” ujar dokter Jiwa RSUD Koesnadi.

BACA JUGA : Heboh Video Hot Siswa SMP Begituan dengan Siswi SMK di Semarang!

Kedua orang tua langsung membawa kedua anak mereka itu ke poli jiwa pada saat mereka mengetahui bahwa anaknya mulai mengalami perubahan kepribadian secara drastis. Hal itu terlihat pada saat mereka sudah tidak mau sekolah, mengurung diri dikamar, pemurung, dan hampir seluruh waktunya setiap hari dihabiskan didepan smartphone.

Untuk orang tua yang memang miliki kesibukan dalam dunia kerja, memilih smartphone untuk dijadikan salah satu alat untuk diberikan kepada anak agar tidak mengganggu mereka. Selain menyediakan hiburan, informasi positif.

Akan tetapi, disisi lain banyak pula penyebab negatif yang dapat terpapar kepada anak, seperti banyaknya konten negatif, adanya tayangan kekerasan, hingga beberapa video yang tak senonoh yang tak layak ditayangkan.

Untuk mencegah kecanduan smartphone, para orang tua dapat mengaja putra-putri mereka untuk bermain di ruang terbuka. Karena dengan bermain bersama di ruang terbuka sangat memiliki banyak keuntungan.

BACA JUGA : Kemenkominfo Berantas Aplikasi dan Situs LGBT!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here