Benarkah Supermoon 30 Januari Besok Akan Picu Gempa Besar?

0
2505
Copyright ©Pikiran Rakyat

Seorang Ilmuan Memprediksi Gempa Besar Akan terjadi Besamaan dengan Fenomena Supermoon

Indowarta.com – Kedatangan gempa memang sudah tidak dapat diprediksi, akan tetapi salah satu peneliti dari Belanda bernama Frank Hoogerbeets menyatakan bahwa adanya fenomena Blue Blood Supermoon, pada Rabu (31/1/18), akan dapat memicu terjadinya sebuah lindu besar sehari sebelum fenomena itu terjadi, Selasa (30/1/18).

BACA JUGA : Sebentar Lagi Gerhana Bulan Total, Anies Baswedan Buat Surat Edaran Ini!

Dilansir dari Express.ik, Senin (29/1/18), dia menyampaikan peringatan mengenai gempa dan sopermoon lewat kanal milik pribadinya dalam situs berbagi video. Mengenai adanya ramalan ini sudah terpampang pada Ditrianum.

Hoogerbeets mengklaim bawah diantara tanggal 30 Januari hingga 2 Februari 2018, terjadinya fenomena supermoon nantinya akan diikuti dengan adanya gempa yang menjadi ‘impilifikasi’ berupa gerakan seismik.

WAJIB BACA :  316 Rumah Rusak Parah Akibat Gempa Banjarnegara

“Fenomena bulan bulat sempurna tidak hanya memicu peningkatan aktivitas seismik, namun juga memicu ‘amplifikasi’ yang berisiko terhadap peningkatan gerak seismik berkali-kali lipat dari biasanya. Hitung-hitungan saya memperkirakan, akan terjadi gempa berkekuatan antara 6 hingga 7 skala Richter, antara tanggal 30 Januari hingga 2 Februari,” kata Hoogerbeets.

Cara yang digunakannya ini tidak diketahui, untuk memprediksi adanya gempa bumi secara ilmiah yaitu dengan cara adanya keselarasan posisi antar planet dengan Bumo. Dia menyatakan bahwa adanya peningkatan gaya eletromaknetik saat fenomena supermoon terjadi dapat mendorong sebuah tekanan di sejumlah garis patahan bumi.

Gerhana Bulan
Copyright ©REUTERS

“Tidak setiap posisi sejajar memicu peningkatan gerak seismik, namun hampir setiap peningkatan gerak seismik (di atas 6 SR) disebabkan oleh satu atau lebih planet yang berada sejajar dalam satu waktu,” ucap dia.

WAJIB BACA :  316 Rumah Rusak Parah Akibat Gempa Banjarnegara

BACA JUGA : Gerhana Bulan Langka Akan Muncul 31 Januari Nanti, Ini Aksi Lapan!

Banyak ilmuan yang menilai pernyataan dari Hoogerbeets kalau supermoon dapat menyebabkan gempa besar sebagai lelucon. Walau begitu, penilaian darinya ini juga sudah menarik  minat banyak orang untuk. Hal ini terbukti dengan semakin bertambahnya pengikut di kanal dan situs miliknya.

“Faktanya, sejarah mencatat beberapa gempa besar terjadi ketika bulan penuh, seperti gempa 9,3 skala richter di Aceh pada 26 Desember 2004, dan gempat 9,2 skala richter di Alaska pada 28 Maret 1964,” jelasnya.

Sedangkan Astronom Phil Plait, yang sudah sering kali menuliskan sebuah jurnam New Scientist memberikan tanggapan terhadap prediksi dari Hoogersbeets. Dia menilai kalau prediksi itu tidak perlu dibuat serius.

WAJIB BACA :  316 Rumah Rusak Parah Akibat Gempa Banjarnegara

“Sama sekali tidak ada kesejajaran posisi planet yang memicu gempa besar di Bumi. Itu benar-benar tidak mungkin secara ilmu pengetahuan,” papar Plait.

BACA JUGA : Penjelasan Ilmiah Soal Hujan Es di Magelang!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here