Langkah Bawaslu Dalam Perangi Hoax dalam Pilkada 2018!

0
378
Pilkada 2018
Copyright ©fajarsumatera

Banwaslu Melakukan Kerja Sama Dengan KPU dan Kominfo untuk Melindungi Pemilik Dalam Pilkada 2018 Dari Kabar Hoax

Indowarta.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) berkeinginan untuk melindungi pemilih dalam Pilkada 2018 dari penyebaran berita hoax atau palsu. Oleh karena itu, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

BACA JUGA : SBY dan Agus Yudhoyono Ikut Kampanye Langsung Untuk Demokrat Dalam Pilkada 2018!

Terkait dengan kerja sama tersebut, Banwaslu, Kemenkominfo, KPU sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), dengan tujuan untuk melawan adanya kabar hoak serta ujaran negatif yang ada di internet saat penyelenggaraan Pilkada 2018, Rabu (31/1/18).

Penadatanganan sebagai bentuk kerja sama ini telah dilakukan oleh Menkominfo Rudiantara, Ketua KPU Arief Budiman, dan Ketua Bawaslu Abhan Misbah. Sehingga dengan itu, bentuk kerja sama akan dilakukan untuk melindungi pemilih Pilkada 2018.

Abhan mengatakan, dengan adanya penandatanganan MoU itu, diharapkan agar para pemilih dapat terlindungi dari sejumlah penyebaran berita hoax, serta adanya konten yang bermuatan negatif.

“Juga hak pemilih terlindungi dengan baik. Mereka jadi terhindar dari berita palsu, alias hoaks,” pungkas Abhan, di Kantor Bawaslu, Jakarta.

Pilkada
Copyright ©prokal

Selain itu, menurut Abhan, adanya kerja sama dan sudah dilakukannya penandatanganan MoU itu adalah salah satu bentuk penguatan untuk demokrasi Indonesia, yang sekarang ini diketahui sudah merambah di internet.

BACA JUGA : Jawaban Prabowo Saat Ditanya Tentang Deklarasi Capres!

Disamping itu, Arief Budiman menilai adanya penggunaan internet dalam Pilkada 2018 ini terbilang sangat penting. Khususnya demi membangun kepercayaan publik. Namun, kata dia, hal tersebut juga bisa menurunkan kepercayaan kepada para peserta Pilkada 2018.

“Dalam waktu singkat, penggunaan internet dapat menaikkan kepercayaan publik terhadap peserta pemilu, tapi bisa juga meruntuhkan kepercayaan publik,” kata Arief.

Setelah melakukan penandatanganan MoU itu, selanjutnya dibacakan ‘Deklarasi Internet Indonesia Bebas Hoaks dan Konten Negatif dalam Pilkada 2018’ yang dilakukan oleh perwakilan dari BBM Indonesia.

Deklarasi itu merupakan sebuah bentuk kesepakatan dengan pihak Google Indonesia,Twitter Indonesia, Telegram Indonesia, Line Indonesia, BBM Indonesia, METUBE Indonesia,  Live Me Indonesia, dan Facebook Indonesia.

BACA JUGA : Agus Yudhoyono Mulai Pancarkan Geliat Politik Saat Kunjungi Indonesia Timur Jelang Pilpres 2019!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here