Gerindra Sebut Gerak Gerik Prabowo Indikasikan Maju Capres Lagi!

0
297
Prabowo
Copyright ©tajukindonesia

Gerindra Tunggu Momentum Tepat untuk Deklarasikan Prabowo Sebagai Capres

Indowarta.com – Sekjen Partai Gerindra Ahmada Muzani mengungkapkan, sekarang ini partainya sedang mencari waktu yang tepat untuk mendeklarasikan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menjadi calon presiden (capres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

BACA JUGA : Prabowo Berada di Peringkat Atas Penantang Jokowi Untuk Pilpres 2019!

Walau saat ini Prabowo masih belum menyatakan kalau akan maju dalam sebagai capres dalam Pilpres 2019 nanti, namun kata Muzani, pihaknya menyakini bahwa ketua umumnya tersebut akan bertarung kembali.

Muzani menegaskan disamping itu Prabowo juga sudah memberikan isyarat bersedia untuk maju dalam Pilpres 2019 mendatang. Dan para kadenya sudah memberikan dorongan kepada ketua umumnya untuk maju sebagai capres.

“Jawaban mengatakan Beliau bersedia memang tidak pernah diucapkan, tapi isyarat dan semua gerak-gerik dan keputusan politik kami baca Beliau maju kembali jadi capres. Kami sudah simpulkan, Beliau maju,” ujar Muzani saat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/2/18).

Prabowo Bakalan Terjun Langsung Ke Pilkada Jateng
Copyrigth©Kaskus

Hal ini ditambah dengan persetujuan dari seluruh kader Gerindra, kata Muzani, yang sudah bulat untuk mendukung Prabowo kembali maju sebagai capres untuk Pilpres 2019. Pasalnya sudah tidak ada opsi lain yang akan dipilih oleh para kader Gerindra selain mengusung ketua umumnya.

BACA JUGA : Fahri Hamzah Diminta Kampanyekan Jokowi Jika Ingin Gabung Golkar!

Oleh sebab itu, tambah Muzani, sekarang ini Gerindra terus mengintensifkan untuk melakukan komunikasi dengan beberapa partai, hal ini dilakukan untuk membangun sebuah koalisi pengusung Prabowo sebagai capres.

Untuk saat ini, Muzani mengatakan sudah ada dua partai yang telah menjalin intensif komunikasi dengan Gerindra, diantaranya adalah Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Bicara dengan PKS intensif, bicara dengan PAN juga intensif,” jelasnya.

Disamping itu, dia menyadari bahwa tidak akan bisa untuk mengusung Prabowo sendiri. Hal ini karena setelah adanya keputusan MK yang sudah menolak uji menteri mengenai ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen.

“Ya dengan beberapa partai kita sedang terus intensif persoalan ini. Kita harus bicara dengan beberapa partai,” terangnya.

BACA JUGA : PDIP dan Gerindra Kewalahan di Pilkada Jabar!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here