Jokowi Maju Capres 2019, Ini Analisis Soal Cawapres!

0
778
Jokowi (1)
Copyright ©Ist

Cawapres Yang Akan Berpasangan Dengan Jokowi Dinilai Sangat Mempengaruhi Elektabilitas Dalam Pilpres 2019

Indowarta.com – Beberapa pengamat politik menilai calon wakil presiden yang pas untuk mendampingi Joko Widodo atau Jokowi untuk maju dalam Pilpres 2019 mendatang harus memiliki karakter yang berbeda. Sehingga dengan itu, ini akan menjadi peluang besar jika akan maju dalam Pilpres tahun depan jika saja sudah memiliki pasangan yang telah merepresentasikan kelompok yang berbeda dengan dirinya.

BACA JUGA : Gerindra Sangat Intens Cari Kawan Untuk Usung Prabowo!

“Suara Jokowi akan bertambah,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indo Barometer, Muhammad Qodari, Selasa (6/2/18).

Merupakan warga sipil, ujar Qodari, Jokowi sangat membutuhkan suara yang datang dari kalangan dengan latar belakang militer atau profesional. Merujuk pada survei yang dilakukan Indo Barometer pada akhir tahun lalu, menunjukkan bahwa Prabowo Subianto menempati posisi kedua sebagai calon presiden yang dipilih oleh masyarakat.

Dalam survei yang dilakukan itu menunjukkan bahwa elektabilitas dari Jokowi mencapai 34,9 persen, sedangkan posisi kedua Prabowo dengan elektabilitas mencapai 12,1 persen. Berdasarkan pada survei ini menunjukkan bahwa elektabilitas Jokowi masih terbilang tinggi walau dipasangkan dengan siapapun.

Jokowi
Copyright ©redaksiindonesia

Namun yang paling rendah, elektabilitas Jokowi berada di 41,2 persen jika harus dipasangkan dengan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan. Jumlah elektabilitas tersebut merupakan paling rendah diantara lainnya.

BACA JUGA : Gerindra Sebut Gerak Gerik Prabowo Indikasikan Maju Capres Lagi!

Direktur Saiful Muzani Research and Consulting (SMRC), Sirajuddin Abbas, menjelaskan bahwa dinamika politik dan ekonomi sangat miliki pengaruh besar untuk kemenangan Jokowi dalam Pilpres 2019. Sehingga dengan itu, pihaknya memberikan saran agar memiliki pasangan yang sesuai dengan dinamika politik serta ekonomi sekarang ini.

Dirinya mencontohkan, pada saat terjadinya krisis moneter, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memutuskan untuk menggandeng mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono menjadi wakilnya, ini dilakukan untuk menstabilkan perekonomian yang terjadi.

“Kalau saat ini, belum terlihat konteks makro apa yang akan dipertimbangkan Jokowi. Kita tunggu beberapa bulan ke depan,” paparnya.

Disamping itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tengah melakukan persiapan untuk memilih calon wakil presiden yang akan mendampingi Jokowi.

“Mengenai nama, tentu Ibu Megawati sedang membangun dialog,” jelasnya

BACA JUGA : Fahri Hamzah Diminta Kampanyekan Jokowi Jika Ingin Gabung Golkar!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here