Mekanisme Gaji PNS Dipotong Untuk Zakat!

0
187
Ilustrasi PNS
Copyright ©doniseo.abatasa

Pemotongan Gaji PNS Untuk Zakat Dalam Tahap Pembahasan

Indowarta.com – Kementerian Agam saat ini sedang mengkaji mengenai aturan pemotongan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk zakat sebesar 2,5 persen. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan, pemotongan gaji PNS muslim ini bukan merupakan paksaan dari pemerintah. Hal itu dilakukan untuk mengangkat potensi zakat Indonesia yang sangat besar.

BACA JUGA : Lowongan CPNS 2018, Jumlah Formasi yang Ditawarkan Jauh Lebih Banyak Ketimbang 2017!

Kepada PNS yang merasa keberatan dengan adanya aturan ini dapat mengajukan permohonan kepada pemerintah masing-masing. Jika adanya mekanisme ini berjalan dengan lancar, maka dapat diperkirakan potensi zakat dari pemotongan gaji PNS muslim mencapai Rp 10 triliun per tahunnya.

Adanya rencana pemotongan gaji PNS ini diperkirakan akan bergulir pada awal Februari, dan ini sebenarnya bukan merupakan program baru. Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama Mastuki memaparkan adanya rencana tersebut merupakan kalanjutan dari Inpres Nomor 3 Tahun 2014 tentang optimalisasi pengumpulan zakat di kementerian/lembaga melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Inpres sudah berjalan dua tahun, dan sampai sekarang kementerian/lembaga tetap efektif melakukan penarikan zakat profesi dari PNS. Hanya dinilai Baznas, di kementerian dan lembaga pengumpulan zakat ini ada yang efektif dan ada yang tidak. Pengelolaannya pun ada yang berbeda,” ungkap Mastuki, Kamis (8/2/18).

Ilustrasi Zakat
Copyright ©konfrontasi

Dia mengatakan, di Kemenag, seluruh PNS yang dianggap mampu berzakat, akan dilakukan pemotongan gaji untuk masuk ke Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) kemudian diserahkan kepada Baznas. Akan tetapi, di tempat lain, salah satunya BUMN memiliki mekanisme berbeda, yaitu akan dikelola sendiri dan disalurkan kepada sejumlah golongan rendah.

BACA JUGA : Siapakah Nanti yang Bakal Menampung Dana Zakat 2.5% Dari Gaji PNS?

Disamping itu, kata Mastuki, adanya aturan pemotongan gaji PNS untuk zakat sebesar 2,5 persen ini sudah digondok dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres). “Melalui Prespres ingin disamakan biar optimal dan efektif, serta memudahkan ASN (aparatur sipil negara), juga bagi pengumpulan zakat. Selain itu optimalisasi zakat melalui kementerian/lembaga,” paparnya.

Mastuki menegaskan, aturan yang sudah tercantum dalam Perpres ini masih dalam tahap pabahasan. Oleh karena itu masih belum dapat dipastikan dari golongan apa PNS yang gajinya akan dipotong untuk zakat. Serta pembahasan mengenai gaji pokok atau gaji pokok ditambah tunjangan yang nantinya akan dihitung. Karena ketika gaji ASN terus mengalami perubahan dan akan memunculkan remunerasi.

“Bukan golongan yang kita utamakan. Tapi yang memenuhi syarat dengan hitungan zakat,” jelasnya.

BACA JUGA : Pemerintah Ubah Skema Pensiun PNS Tahun Ini!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here