Ini Lho Perbedaan Normalisasi dan Naturalisasi Sungai!

0
6337
sungai Ciliwung
Copyright ©kompas

Perbedaan Naturalisas dan Normalisasi Sungai di Jakarta

Indowarta.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memakai istilah nuturalisasi sungai, hal ini terkait dengan program untuk mengembalikan lebar sungai di kawasan Ibu Kota demi mencegah dan mengatasi bajir yang terjadi.

BACA JUGA : 3000 Warga Mengungsi Karena Banjir, Pemprov DKI Belum Tetapkan Darurat Bencana!

Diketahui istilah yang digunakan dalam beberapa pemerintahan sebelumnya, diantaranya saat era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dengan tujuan yang sama menggunakan normalisasi sungai.

Sedangkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno juga masih menggunakan istilah normalisasi sungai untuk menyampaikan langkah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mencegah terjadinya banjir karena semakin kecilnya daerah aliran sungai, baik karena adanya pendangkalan alami atau diokupasi warga.

Sebenarnya yang menjadi pembeda antara naturalisasi dan normalisasi sungai? Pengamat tata kota Universitas Trisakti, Nirwono Joga memaparkan, normalisasi sungai dalam artian yang sudah direalisasikan oleh Pemprov DKI ialah melakukan pelebaran sungai dengan cara memindahkan masyarakat di sekitar. Pinggiran sungai nantinya akan dibangun betonisasi.

Normalisasi Sungai Ciliwung
Copyright©viva

Pihaknya menilai, pengertian mengenai normalisasi yang dijalan oleh Pemprov DKI merupakan hal yang keliru. Pasalnya, normalisasi sungai memiliki artian sebenarnya yaitu mengembalikan bentuk sungai sesuai dengan peruntukan serta bentuk awalya. Untuk itu langkah tersebut adalah mengikuti bentuk sungai, bukan untuk menjadikan bentuk sungai yang lurus dibangun beton seperti sekarang ini.

BACA JUGA : Penyebab Utama Banjir di Jakarta!

“Tujuan awal normalisasi ini mengembalikan bentuk sungai sesuai dengan peruntukan awal, itulah disebut dinormalkan, tetapi dalam praktiknya salah,” jelas Nirwon, Kamis (8/2/18).

“Nah salahnya itu yang sekarang dilakukan Pemprov DKI dan BWSCC itu dalam bentuk sungainya cenderung diluruskan, dirapikan, dan dibetonisasi,” sambungnya.

Sedangkan untuk naturalisasi, Nirwono menjelaskan, merupakan penataan bantaran sungai yang akan lebih ramah lingkungan. Konsep ini dilakukan untuk memperlebar sungai dengan mengikuti alur sungai yang sudah ada.

Sangat berbeda dengan konsep normalisasi sungai dengan betonisasi, naturalisasi mengusung konsep hijau, dimana nantinya akan ditanami sejumlah pohon di pinggiran sungai. Dengan langkah ini, selain untuk menjaga ekosistem pinggir sungai tetap hijau, juga untuk penyerapan air.

“Nah dengan kelokan tadi, kecepatan air semakin pelan, jalur hijau dan air diserap. Dia punya kecepatan untuk diserap kembali di kiri dan kanan sungai, jadi secara alami air masuk ke dalam tanah,” ucap dia.

BACA JUGA : Sandiaga Uno Beri Sinyal Untuk Lanjutkan Normalisasi Sungai!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here