Harta Kekayaan Bupati Ngada Marianus Sae yang Terjerat OTT KPK!

0
1530
Marianus Sae.
Copyright©penanusantara

Marianus Sae Terjerat OTT Yang Dilakukan KPK

Indowarta.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepada  Bupati Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) Marianus Sae bersama dengan rekannya. Penangkapan ini dilakukan lantaran dia dianggap sudah mendapatkan fee dari sejumlah proyek yang berjalan di Ngada.

BACA JUGA : KPK Kantongi Kronologis Setya Novanto Tabrak Tiang Listrik!

Melalui acch.kpk.go.id, tercatat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Marianus Sae mencapai Rp 33.776.400.000. Jumlah tersebut terdiri dari harta bergerak, harta tak bergerak, giro, setara kas lainya, dan surat berharga.

Untuk harta bergerak terdiri dari lima unit mobil dan empat roda dua dengan total nilai mencapai Rp 935.700.000. Selain itu, dia juga memiliki peternakan sapi, lahan hutan jati dan mahoni, perkebunan jagung, peternakan kuda, dengan total nilai mencapai Rp 15.670.000.000.

Sedangkan untuk harta tak bergerak  yang dimiliki oleh Marianus Sae berupa tanah dan bangunan yang ada di Badung dan lahan tanah di Manggarai Barat, NTT dengan total mencapai Rp 5.350.000.000. Untuk harga surat berharga mencapai Rp 10.500.000.000, giro mencapai Rp 60.700.000.

Marianus Sae
Copyright©istimewa

Untuk piutang berbentuk pinjaman sebesar Rp 1.260.000.000. Marianus Sae terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 10 Juli 2015 lalu, pelaporan harta yang diserahkan itu pada saat dia mengikuti Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Ngada tahun 2015-2020.

BACA JUGA : Ditetakan Jadi Tersangka, Fredrich Yunadi Minta Boikot KPK!

Saat ini, masih belum jelas perkara yang menjerat Marianus Sae di KPK. Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan pihaknya sekarang ini masih belum dapat menjelaskan detail mengenai hal itu. Disamping itu, dia juga masih belum dapat mengungkapkan berapa jumlah uang yang berhasil diamankan dalam penangkapan ini.

Sebelumnya tercatat bahwa Marianus Sae pernah memerintahkan para petugas Satuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan pemblokiran di Bandara Turelelo Soa. Perintah tersebut dilakukannya lantaran dia tidak mendapatkan tiket pesawat Merpati Nusantara Airlines untuk penerbangan Kupang-Bajawa.

Bentuk tindakan yang kontroversial tersebut sudah dilakukannya pada tanggal 21 Desember 2013 lalu. Akibat dari perintah tersebut, pesawat Merpati dengan rutte penerbangan Kupang-Bajawa tidak dapat melakukan pendaratan saat mengankut 54 orang. Hingga akhirnya terpaksa mendarat kembali di Bandara El Tari, Kupang.

BACA JUGA : Bambang Soesatyo Diperiksa KPK Sebagai Saksi Kasus E-KTP!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here