Bupati Halmahera Timur Rudi Irawan Ditahan KPK?

0
250
Bupati Halmahera,
Copyright©Liputan6

KPK Lakukan Pemeriksaan Kepada Bupati Halmahera

Indowarta.com – Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) telah melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Halmahera Timur, Maluku Utara, Rudi Erawan. Terlihat pada saat keluar dari gedung KPK, dia mengenakan rompi warna orange khas rompi tahanan KPK.

BACA JUGA : Aliran Dana Kasus E-KTP Setya Novanto Sengaja Dibuat Rumit?

Berdasarkan keterangan yang diberikan Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati, Bupati Halmahera itu langsung ditahan usai menjalani pemeriksaan. Penahanan ini akan dilakukan selama 20 hari kedepan.

“Tersangka RE (Rudi Erawan) ditahan untuk 20 hari ke depan mulai hari ini, di Rumah Tahanan Klas 1 Jakarta Timur Cabang KPK,” kata Yuyuk, Senin (12/2/18).

Bupati Halmahera itu menjalani pemeriksaan di KPK pada Senin dan selesai sekitar pukul 19.40 WIB. Saat itu, dia tidak memberikan komentar banyak mengenai kasus ini. Dia mengaku bahwa tidak menerima suap dari proyek tersebut.

“Enggak ada komentar ya. Mana, saya enggak terima, politik itu,” ujar dia, sambil berjalan ke mobil tahanan.

kantor KPK
Copyright©KPK

Rudi diduga sudah menerima suap dari mantan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Amran HI Mustary. Uang itu sudah didapatkan oleh Amran dari para kontraktor proyek itu, diantaranya adalah Dirut PT Windhu Tunggal Utama, Abdul Khoir.

BACA JUGA : Harta Kekayaan Bupati Ngada Marianus Sae yang Terjerat OTT KPK!

Diketahui sebelumnya, usai ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK, Rudi Erawan merupakan tersangka ke-11 terkait dengan kasus dugaan korupsi dalam proyek dengerjaan jalan di Maluku dan Maluku Utara oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

Untuk saat ini, Bupati Halmahera itu diduga sudah menerima suap dan gratifikasi yang bersangkutan dengan adanya pengadaan proyek itu mencapai Rp 6,3 miliar. Sebelum menetapkan Rudi Erawan, KPK sudah lebih dulu menjerat 10 orang yang tersangkut dalam kasus ini.

Mereka diantaranya adalah mantan Anggota DPR‎ RI Damayanti Wisnu Putranti, Ibu Rumah Tangga Dessy A Edwin, Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir, pihak swasta Julia Prasetyarini, dan Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa Sok Kok Seng.

Dan yang lainnya adalah Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Amran HI Mustary, dan empat Anggota DPR RI lainnya yaitu Andi Taufan Tiro, Yudi Widiana Adia, Musa Zainuddin, Budi Supriyanto.

BACA JUGA : KPK Kantongi Kronologis Setya Novanto Tabrak Tiang Listrik!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here