Masih Trauma, Gereja St Lidwina Tak Gelar Ibadah Rabu Abu!

0
177
Gereja ST Lidwina,
Copyright ©Tempo

Pasca Kejadian Penyerangan Itu, Gereja St Ladwina Tidak Gelar Ibadah Rabu Abu

Indowarta.com – Untuk umat Katolik seidanya akan melakukan masa Pra-Paskah dengan memuluainya dalam kegiatan hari ini, Rabu Abu, 14 Februari 2018. Akan tetapi, perayaan ini tidak digelar di gereja St Lidwina Bedog Sleman, Yogyakarta. Hal itu karena masih memasuki masa pemulihan usai adanya insiden penyerangan yang terjadi pada Minggu (11/2/18).

BACA JUGA : Fakta Tentang Pembunuhan Satu Keluarga di Tangerang!

“Untuk ibadah Rabu (Abu) kemungkinan belum bisa, karena gereja masih perlu perbaikan, kecuali kalau sudah selesai dan bisa dipakai,” ungkap Pastor Kepala Gereja St Lidwina Bedog Sleman Romo Yohanes Dwi Harsanto di gereja, Selasa (13/2/18).

Ibadah Rabu Abu adalah hari pertama yang dijalankan dalam masa Pra-Paskah di liturgi tahunan gerejawi. Hari pertama ini sudah dihitung dan ditetapkan pada Rabu, yaitu 40 hari sebelum hari Paskah tanpa menghitung hari minggu.

Gereja ST Lidwina.
Copyright ©Harian Jogja

Atau 44 hari (jika menghitung hari Minggu) sebelum hari Jumat Agung atau pada saat penyeliban Yesus. Pada hari itu, seluruh umat Katolik yang menjalankan ibadah di gereja akan diberikan tanda salib dibagian dagunya dengan abu sebagai simbol untuk upacara tersebut.

BACA JUGA : Kronologis Penyerangan Gereja St Lidwina Sleman, Penyerangnya Mahasiswa!

Romo Santo, atau yang akrab disapa Yohannes Dwi Harsanto mengatakan, sebenarnya tidak ada pengerjaan gereja St Lidwina yang telalu berat. Akan tetapi, pihaknya memutuskan untuk penyembuhan trauma kepada jamaah khususnya anak-anak dan lanjut usia setelah melihat langsung kejadian teror beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, untuk jadwal misa kedepannya juga cukup banyak setelah adanya aksi penyerangan itu, tidak hanya diadakan pada hari Minggu. “Senin nanti (19 Februari 2018), Uskup Agung Semarang juga akan memimpin ibadah di sini untuk menguatkan warga agar tidak takut, bangkit dan beribadah seperti biasa lagi,” kata Romo Santo.

Romo Santo mengaku bahwa masih tetap bersyukur melihat dari sisi positif adanya aksi teror di gereja St Lidwina. “Tadinya gereja ini kusam nggak juga di cat, eh jadi di cat,” pungkasnya sambil tertawa.

Disamping itu, umat dan warga sekitar juga bergotong royong untuk melakukan pembersihan di gereja St Lidwina. Rasa simpati terus berdatangan dari sejumlah lintas iman dan dapat menambah perasaudaraan.

BACA JUGA : Pemeriksaan Dahnil Azhar, Polisi Enggan Ungkap Kasus Novel Baswedan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here