Menjajaki Sosok Pasangan Ideal Jokowi Dalam pilpres 2019!

0
161
Jokowi
Copyright ©poskotanews

Pasangan Jokowi Dalam Pilpres 2018 Masih Belum Ditentukan

Indowarta.com – Menurut versi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Joko Widodo atau Jokowi menjadi calon kadidat terkuat dalam Pilpres 2019 mendatang. Elektabilitas yang sudah diraihnya mencapai 48,50 persen dan sisanya tersebar untuk beberapa tokoh lain.

BACA JUGA : Prabowo Subianto Masih Malu-malu Jadi Capres 2019!

Beberapa tokoh tersebut diantaranya, Prabowo Subianto, Agus Harimurti Yudhoyono, Anies Baswedan, Gatot Nurmantyo, dan yang lainnya, dengan total elektabilitas mencapai 41,20 persen. Jumlah tersebut masih dibawah elektabilitas dari Jokowi.

Selain melakukan survei terkait capres, LSI Denny JA ini juga melakukan survei untuk sejumlah nama yang menjadi kadidat kuat dalam Pilpres 2019 nanti sebagai calon wakil presin (cawapres). Sejumlah nama itu sudah dipilih dengan melihat latar belakang yang dianggap dapat berpotensi dipilih masyarakat.

Adjie Alfaraby selaku peneliti LSI Denny JA menjelaskan, ada lima latar belakang untuk cawapres yang sudah dirinci. Latar belakang tersebut diantaranya parti politik, prfesional, mulai dari militer, Islam. Dan kelapa daerah provinsi terbesar.

Jokowi
Copyright ©redaksiindonesia

“Pertama ada tiga cawapres berlatar belakang militer. Agus Harimurti Yudhoyono, Gatot Nurmantyo, dan Moeldoko,” ujar Adjie di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (2/2/18).

BACA JUGA : Prabowo Akan Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2019?

Disamping itu, Ketua Umum PKPI Hendropriyono meramalkan mengatakan bahwa dalam Pilpres 2019 nanti Indonesia akan memiliki presiden dan wakil presiden yang dapat mengerti mengenai adanya masalah ekonomi dan bisnis. Sedangkan mereka juga memiliki jiwa nasionalisme dan keimanan yang sangat kuat.

“Kita akan punya sepasang presiden dan wapres yang beraliran Nasaeb, nasionalis, agama, ekonomi dan bisnis,” ungkap Hendropriyono.

Namun dia menambahkan, bahwa predisi itu tidak akan terjadi jika saja dalam Pilpres 2019 mendatang ada sejumlah hal yang terjadi, seperti adanya aksi kekerasan di dalam masyarakat yang dapat membuat pelaksanaan Pilpres 2019 menjadi kurang optimal.

“Jika terjadi demokrasi jalanan atau kudeta militer, maka perkiraan tadi gugur atau batal dengan sendirinya,” kata mantan Kepala Badan Intelijen Negara itu.

BACA JUGA : JR Saragih Tak Lolos, Demokrat Kambing Hitamkan KPU!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here