Jakarta Terancam Potensi Gempa Bumo dengan Magnitudo 8,7?

0
294
Ilustrasi
Copyright ©Tempo

Diperkirakan Bahwa Jakarta Merupakan Wilayah Yang Berpotensi Tekena Gampa Bumo dengan Magnitudo 8,7

Indowarta.com – Kawasan Jakarta disebut-sebut akan terdampak adanya gempa bumi Megathrust Magnitudio 8,7. Terkait dengan hal ini telah diungkapkan oleh Ketua Umum Ikatan Alumni Meteorologi Geofisika (Ikamega) Subardjo, pada saat diskusi di Auditorium Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jakarta Pusat, Rabu (28/2/18).

BACA JUGA : Bertambah, Ini Idenditas 7 Korban Tewas Tanah Longsor Brebes!

“Megathrust Selat Sunda akan setara dengan gempa di Aceh (2004) sehingga dapat menyebabkan tsunami. Bukan tsunaminya yang jadi kekhawatiran tetapi getarannya,” ungkap Subardjo.

Merespon adanya penyataan tersebut, Kepala BMKG  Dwikorita Karnawati mengungkapkan bahwa kawasan Indonesia merupakan wilayah yang terletak di zona pertemuan lempeng tetonik aktif, sehingga Indonesia menajadi rawan adanya gempa bumi.

Gempa
Copyright ©liputan6

“Oleh karena itu pemerintah (melalui Pusat Studi Gempa Nasional-PUSGEN) dengan didukung oleh para pakar gempa dari beberapa perguruan tinggi, lembaga/kementerian termasuk BMKG, telah menerbitkan buku ‘Peta Sumber dan Bahaya Gempabumi Indonesia tahun 2017’ sebagai salah satu upaya dan langkah mitigasi gempabumi di Indonesia,” kata Dwikorita dalam rilisnya, Jumat (2/3/18).

BACA JUGA : Gempa Berkekuatan Magnitudo 7.5 Guncang Papua Niugini, 30 Orang Tewas!

Dengan adanya peta itu, jelasanya, adalah pedoman untuk melakukan desain dari sebuah kontruksi bangunan yang berada di daerah rawan gempa. Dengan melakukan pertimbangan percepatan tanah yang diakibatkan dari munculnya gelombang gempa.

“Peta tersebut diterbitkan bersama buku dengan judul yang sama. Di dalam buku tersebut diinformasikan bahwa berdasarkan hasil kajian para pakar gempabumi, zona tumbukan antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia, yang menunjam masuk ke bawah Pulau Jawa disebut sebagai zona megathrust dan proses penunjaman lempeng tersebut masih terjadi dengan laju 60-70 mm per tahun,” paparnya.

Sedangkan berdasarkan analisis yang dari para pakar gempa bumi, adanya penunjaman lempeng ini dapat menyebabkan adanya gempa megathrust, dengan kekuatan/magnitude maksimum yang diperkirakan akan mencapai M 8,7.

“Maka Ikatan Alumni Akademi Meteorologi dan Geofisika (IKAMEGA) berinisiatif menyelenggarakan diskusi dengan Pemprov DKI untuk menyiapkan langkah-langkah mitigasi gempa bumi tersebut,” jelasnya.

Pihaknya menegaskan bahwa diskusi itu dirancang untuk kalangan terbatas, yaitu antara pakar dan pemegang kebijakan mengenai hal ini. Hal ini sebagai langkah dari para pakar untuk memberikan keselamatan bagi publik.

“Karena membahas hal yang cukup sensitif namun urgen untuk segera dilakukan langkah lanjut, sebagai bentuk tanggung jawab para pakar dalam memberikan layanan keselamatan publik di daerah rawan gempa bumi,” tegasnya.

BACA JUGA : Korban Gempa di Taiwan Bertambah Jadi 7 Orang Tewas dan 177 Hilang!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here