Ancaman Gempa 8.7 SR yang Mengintai Jakarta, Ini yang Harus Dilakukan!

0
1016
Gempa Sukabumi
Copyright ©okezponenews

Kawasan DKI Jakarta Manjadi Daerah yang Diintai adanya Bancana Gampa 8,7 SR

Indowarta.com – Walau pada dasarnya gempa besar dapat mengintai sewaktu-waktu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan bahwa DKI Jakarta saat ini masih belum siap untuk menghadapi itu.

BACA JUGA : Jakarta Terancam Potensi Gempa Bumo dengan Magnitudo 8,7?

“Ya infrastrukturnya, masyarakat, pemdanya belum siap menghadapi gempa-gempa besar ya. Kita lihat infrastruktur dari segi bangunan, kita tidak tahu apakah bangunan yang ada konstruksinya tahan gempa sehingga perlu dilakukan audit gedung bangunan,” ujar Sutopo, Jumat (2/3/18).

Tak cukup itu, kata dia, perlu adanya sebuah pemetaan micro zooming secara detail yang juga didalamnya  prasarana dan penghuni gedung harus mendapatkan perhatian. Pasalnya adanya gempa tidak hanya membuat bangunan roboh, namun juga bisa menyebabkan kebakaran dan kebocoran gas.

“Kalau terjadi kebakaran saja, evakuasi di Jakarta sulit karena banyak gang yang tidak bisa dimasuki mobil kebakaran,” ucap dia.

Sutopo memperkirakan ada 80 persen masyarakat di Jakarta masih belum mendapatkan pelatihan dan sosialisasi untuk menghadapi adanya gempa besar. Disamping itu, di kawasan Ibu Kota masih banyak bangunan betingkat yang renang menjadi korban adanya bencana ini.

Gempa 10 Februari
Copyrihgt©Liputan6

“Korbannya bisa ribuan dengan penduduk yang padat kayak gini, jadi kalau terjadi risikonya sangat tinggi. Kerugian jiwa maupun ekonomi sangat besar. Karena itu harus ada latihan rutin contingency planuntuk menghadapi gempa besar,” dia menjelaskan.

BACA JUGA : Gempa Berkekuatan Magnitudo 7.5 Guncang Papua Niugini, 30 Orang Tewas!

Memberikan tanggapan mengenai adanya acaman bencana besar yang dapat mengguncang kawasan Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan bahwa siap atau tidak, Jakarta harus siap.

“Harus siap, yang terpenting adalah reaksi 72 jam pertama setelah (gempa),” ujar Sandiaga di Balai Kota Jakarta, Kamis (1/3/18)

Dia mengatakan sekarang ini Pemprov DKI Jakarya sudah siap untuk mengeluarkan dana kepada BMKG untuk dapat tetap bersinergi dalam tanggap bencana. Untuk menghadapi pencegahan dan mitigasi adanya gempa, kata Sandi, Pemprov DKI terus gencar dalam melakukan sosialisasi serta edukasi khususnya di lingkungan sekolah dan gedung tinggi.

“Hampir semua gedung (didatangi) kita langsung jemput bola (sosialisasi),” paparnya.

BACA JUGA : Bertambah, Ini Idenditas 7 Korban Tewas Tanah Longsor Brebes!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here