Menkominfo Jamin Tak ada Kebocoran Data Soal Registrasi Kartu SIM!

0
361
Menkominfo Rudiantara,
Copyright©techno

Data Registrasi SIM Prabayar Dari Pengguna Dijamin Aman oleh Menkominfo

Indowarta.com – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menegaskan kepada seluruh masyarakat, bahwa mereka tidak perlu untuk khawatir adanya dugaan kebocoran data terkait dengan adanya program registrasi SIM prabayar.

BACA JUGA : Alasan Kementan Indonesia Cegah Rock melon Australia Masuk Ke Indonesia!

Pihaknya menyatakan bahwa seluruh data dari NIK dan nomor KK dalam pendaftaran yang dilakukan oleh masyarakat, nantinya akan tersimpan secara aman di Direktorat Jenderal Pelayanan Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

“Dari Kemkominfo tidak bocor, operator juga tidak bocor karena datanya tetap ada di Dukcapil,” ucap Rudiantara di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/3/18).

Menkominfo menjelaskan bahwa data NIK dan nomor KK tidak akan menyebar di luas Dukcapil. Dalam proses melakukan registrasi SIM ini, operator hanya akan melakukan pencocokan NIK dan nomor KK yang sudah tercatat dalam Dukcapil.

“Jadi bukan datanya yang ada di operator, tapi hanya konfirmasinya saja (di operator),” tegas dia.

Terlebih, kata Menkominfo, data yang sudah disimpan dalam Dukcapil merupakan jaminan keamanan dari masyarakat. Disamping itu, dia mengharapkan bahwa masyarakat tidak membagikan NIK dan nomor KK ke internet.

Menkominfo Rudiantara
Copyright©Liputan6

“Data di Dukcapil itu kan dijamin keamanannya karena juga ada regulasinya. Kalau individu yang copy (datanya), terus lempar ke internet, itu kan kami tidak bisa larang,” ujar dia.

BACA JUGA : 55 Juta Kartu SIM Terancam Diblokir Karena Tak Registrasi!

Sebelumnya diketahui bahwa program registrasi SIM dilakukan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Infomatika secara bertahap dengan batas waktu akhir hingga April 2018. Pemerintah akan melakukan pemblokiran bertahap kepada para pengguna kartu SIM yang masih belum melakukan registrasi.

Untuk pemblokiran tahap pertama akan dilakukan pada 1 Maret 2018 pada penggunaan panggilan telepon dan SMS keluar. Pemblokiran kedua akan dilakukan pada 1 April 2018 untuk layanan panggilan dan SMS masuk. Dan yang terakhir pemblokiran akan dilakukan mulai 1 Mei 2018 untuk layanan internet, yang artinya kartu SIM prabayar tidak dapat digunakan untuk selamanya.

Oleh karena itu, jika sudah dilakukan pemblokiran total sampai batas waktu yang sudah ditentukan, maka pengguna sudah tidak dapat lagi melakukan registrasi SIM prabayar. Salah satu jalan untuk tetap mendapatkan layanan, yaitu dengan membeli SIM prabayar baru dan melakukan registrasi.

BACA JUGA : Terkait Konten Negatif, Tumblr Diblokir!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here