Stephen Hawking Sosok Provokatif dan Antagonis itu Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun!

0
698
Stephen Hawking,
Copyright©istimewa

Diusia 76 Tahun Profesor Stephen Hawking Menutup Usia

Indowarta.com Stephen Hawking seorang profesor tutup usia pada usianya ke 76 tahun, pada Rabu (14/3/18) pagi hari.  Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, ilmuan tersebut meninggal dunia dengan tenang di kediamannya yang berada di Cambridge, Inggris.

BACA JUGA : Ratusan Foto Tanpa Busana Tentara Wanita AS di Hoes Hoin Langsung Dihapus!

“Kami sangat berduka karena ayah kami tercinta meninggal dunia hari ini. Beliau adalah seorang ilmuwan dan pria yang hebat, karya serta warisan ilmunya akan terus hidup,” tulis pernyataan resmi dari anak-anak Stephen Hawking, Lucy, Robert, dan Tim, dikutip dari laman Evening Standard.

“Keberanian dan kegigihan serta kecerdasan dan humornya menginspirasi orang-orang di seluruh dunia. Dia pernah berkata, `Dunia bukanlah dunia bila tak menjadi rumah bagi orang-orang kau cintai.` Kami akan selalu merindukannya,” ungkap ketiga anak Stephen Hawking terkait dengan sosoknya.

Stephen Hawking
Copyright©Shutterstock

Sampai dia menutup usianya, Stephen Hawking sudah meninggal sejumlah kesan, khususnya kepada rekan penelitiannya, yaitu Profesor Sir Roger Penrose. Dia mengatakan bahwa sikap profesor tersebut adalah proaktif dan antaginistik.

BACA JUGA : Billy Graham, Pendeta Paling Berpengaruh di Dunia Tutup Usia 99 Tahun!

Seperti dilansir dari The Guardian, Rabu (13/3), Penrose kembali mengenang terkait dengan jamuan makan malam dengan Stephen Hawking. Dalam kesempatan itu, profesor tersebut sudah mengeluarkan sejumlah pernyataan yang kontroversial mengenai penetian yang sudah dijalankan bersamanya. Dengan adanya pernyataan tersebut membuat Penrose merasa kalau sudah kehilangan peran.

Penrose mengungkapkan bahwa konflik itu semakin berujung pada saat Stephen Hawking menyatakan lubang putih adalah lubang hitam yang terbalik pada waktunya. Pihaknya mengatakan bahwa sudah terjadi perdebatan cukup panjang mengenai hal itu.

“Hal itu sejauh yang saya pahami. Kami terlibat dalam argumen yang panjang setelah itu,” kata Penrose.

Akan tetapi, Panrose mengakui bahwa rekan penelitiannya tersebut memiliki ketangguhan hati yang sangat kuat. Pasalnya Stephen Hawking sudah dikenal dengan sosok yang memiliki sikap yang tidak membiarkan apapun menghadangnya.

“Dia pikir dia tidak punya waktu lama untuk hidup, dan dia benar-benar ingin mendapatkan sebanyak yang dia bisa lakukan pada saat itu,” pungkas Penrose.

BACA JUGA : FB Diblokir di Sri Lanka Untuk Cegah Konflik Agama Meluas!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here