Fakta Tentang Ogoh-ogoh di Hari Raya Nyepi yang Perlu Kamu Ketahui!

    0
    419
    Ogoh-ogoh..
    Copyright©Kompas

    Sejumlah Fakta Ogoh-ogoh Yang Digunakan Sebagai Penyambutan Hari Raya Nyepi

    Indowarta.com – Perayaan Hari Raya Nyepi identik dengan adanya ogoh-ogoh, yang sering ditampilkan dalam sebuah parade, festival, atau pawai. Seperti halnya yang dilakukan di Malang, Jawa Timur, karena kurang lebih ada 40 ogoh-ogoh telah diarak keliling desa pada Glanggang, Pakisaji, Malang, Kamis (15/3/18).

    Banyak orang yang sudah mengerti bahwa ogoh-ogoh sudah berbentuk menyeramkan. Namun seperti dikutip dari beberapa sumber, berikut beberapa fakta uniknya:

    1. Asal nama ogoh-ogoh

    Tenyata ogoh-ogoh merupakan gambaran dari sosok butha kala yang diwujudkan dalam sebuah bentuk. Butha berasal dari kata “Butha” yang artinya sesuatu yang telah ada, sedangkan Kalla memiliki arti kekuatan atau energi.

    Berdasarkan ajaran Hindu Dharma, butha kala telah menggambarkan kekuatan (Bhu) alam semesta serta waktu (kala) yang sudah tidak bisa diukur dan dibantahkan. Seperti dilansir dari Bobo, nama ogoh-ogoh sendiri berasal dari Bahasa Bali, yaitu “Ogah-ogah” atau sesuatu yang digoyang-goyangkan.

    1. Simbul energi negatif
    Ogoh-ogoh
    Copyright©radarbanyumas

    Pembuatan ogoh-ogoh ini menyimbulkan sebuah energi negatif sang butha kala, dengan berwujudkan cukup menyeramkan untuk dipralina atau dilebur dengan air atau menggunakan api. Oleh karena itu, ogoh-ogoh akan dibakar setelah acara selesai.

    1. Maksa tersembunyi

    Seperti yang dilansir dari TribunWow, Jumat (16/3/18), ogoh-ogoh yang sudah dibentuk secara bersama-sama ini akan menonjolkan sebuah inspirasi dan ide kepada setiap orang untuk dapat bersedia melihat sifat negatif diri kita, sehingga akan menjadi lebih terbuka karena itu.

    1. Banyak versi cerita
    ogoh-ogoh,
    Copyright©dioardi.wordpress

    Ada banyak versi cerita mengenai munculnya ogoh-ogoh ini. Pertama, mulai munculnya ide ini setelah Hari Raya Nyepi ditetapkan sebagai hari raya nasional oleh Presiden RI pada tahun 1983. Hal itu ditandai dengan adanya seonggok patung yang sekarang diberinama ogoh-ogoh.

    Cerita lainya menyatakan bahwa ogoh-ogoh sudah ada sejak jaman Dalem Balingkang, dimana pada saat itu digunakan untuk upacara Pitra Yadnya (upacara penghormatan kepada leluhur). Namun ada pula yang menyebutkan bahwa ogoh-ogoh ini terinspirasi dari tradisi Nusaba Ndong-Nding di Desa Selat Karangasem.

    1. Ogoh-ogoh di era Modern

    Seiring perkembangan jaman ini, ogoh-ogoh yang sudah dibuat menyerupai orang-orang yang sudah terkenal, seperti tokoh dunia, artis, dan bahkan seorang pejabat.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here