Target Penyelesaian Proyek DDT Dipercepat Jadi Tahun 2020

0
190
Menhub Proyek DDT
Copyright©Nusakini

Setelah Proyek DDT Selesai, KRL Commuter Mampu Angkut 1.4 Juta Penumpang Per Hari

Indowarta – Kereta Rel Listrik atau biasa dikenal dengan KRL Commuter Line saat ini memang dalam tahap pengembangan supaya bisa dijadikan sebagai prioritas utama bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan transportasi hemat biaya serta diharapkan mampu untuk mengatasi kemacetan.

Simak Juga: Inflasi Naik, PNS Minta Kenaikan Gaji!

Disisi lain, Budi Karya Sumadi selaku menjabat sebagai Menteri Perhubungan alias Menhub telah menargetkan kalau proyek jalur kereta dwi ganda alias Double-double track atau Proyek DDT untuk jalur Manggarai-Bekasi akan selesai pada tahun 2020 mendatang. Penentuan jadwal ini sendiri tentu saja lebih cepat jika dibandingkan dengan target sebelumnya yang menyebutkan proyek ini baru bisa selesai di tahun 2022.

Tujuan dari proyek ini tentu saja untuk meningkatkan jumlah kapasitas tampung perjalanan dari KRL Commuter Line ini. Selain itu, Menhub juga menyebutkan kalau ada 3 poin utama supaya target percepatan penyelesaian proyek DDT ini bisa diwujudkan, diantaranya yakni optimalisasi anggaran, metode kerja dan juga window time alias waktu jeda antara jadwal kereta api terakhir dengan KRL berikutnya.

Proyek DDT KRL Commuter
Copyright©CNN

“Saya minta Dirjen Perkeretaapian melakukan beberapa hal. Pertama mengoptimalisasikan anggaran. Anggaran sudah bisa dialokasikan dari 2022 ke 2020. Kedua adalah metode kerja juga relatif bisa dilaksanakan” begitulah yang diungkapkan oleh Budi Karya dalam keterangan resminya di Jakarta Hari Ini.

Simak Juga: Dirut PD Dharma yang Minta Mundur Pada Sandiaga Uno!

Disisi lain, para mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) juga meminta kepada PT KAI untuk melakukan perpanjangan window time untuk mempercepat proyek DDT ini.

Window time sekarang dikasih tiga sampai empat jam oleh KAI. Saya minta minimal itu empat jam jadi lima jam efektifnya empat jam. Nah kalau window time bisa dikerjakan, metode kerja itu bisa ditingkatkan, uangnya tersedia, maka akan selesai pada 2020” ujar mantan Dirut PT Angkasa Pura II.

Jika proyek DDT ini telah selesai, maka kapasitas minimal yang bisa ditampung oleh KRL Commuter Line ini yaitu 1.2 atau 1.4 juta penumpang. Jumlah tersebut sudah terbilang cukup banyak karena pada saat ini Kereta Commuter Jabodetabek hanya mampu mengangkat 1.1 Juta orang penumpang saja dalam seharinya.

baca juga: Polisi Selidiki Video Viral Bocah Nonton Film Panas di Ponsel!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here