SBY Mengharapkan Pemerintah Tak Perlu Arogan Untuk Menghadapi Adanya Bentuk Kritikan

0
349
SBY
Copyright©kanalsatu

SBY: Kritik Kepada Pemerintah Boleh Namun Bukan Fitnah

Indowarta.com – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara mengenai polemic yang terjadi antara Menteri Koordinator Kementerian Luhut Binsar Pandjahitan dan Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais. Pihaknya meminta kepada kedua tokoh itu untuk berdamai dan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.

BACA JUGA : Penjelasan Gerindra Soal Prabowo Ungkap Kajian Indonesia Bubar 2030!

“Kedua-duanya ini adalah sahabat saya. Saya berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan baik,” ujar SBY dikutip dalam siaran pers resmi Partai Demokrat, Rabu (21/3/18).

Selain itu, SBY mengatakan bahwa pemerintahan tidak boleh anti kepada sebuah kritikan. Ditambah jika hal tersebut disampaikan dengan cara baik dan adanya dukungan dari data yang konkret saat menyampaikan kritikan.

“Itu tak boleh dihalang-halangi. Hak rakyat untuk mengkritik pemerintahnya jika dianggap belum menjalankan tugas dengan benar. Pemerintah tak boleh alergi dengan hal ini,” kata dia.

Disamping itu, Presiden ke-6 RI ini juga mengharapkan kepada Amien Rais untuk berhati-hati dalam menyampaikan bentuk kritik kepada pemerintah. Pasalnya sebagai tokoh senior, sebaiknya dia lebih bijak sehinggan tidak akan berdampak pada sebuah kegaduhan.

SBY
Copyright©okezone

“Kritik kepada pemerintah boleh saja asal tidak fitnah. Pemerintah juga jangan cepat marah kalau ada kritik dari rakyatnya,” pungkasnya.

BACA JUGA : Melalui AHY, SBY Beri Pesan Jokowi Untuk Tetap Sehat Serta Lanjutkan Memimpin!

Sedangkan SBY mengharapkan bahwa pemerintah menekankan adanya penyampaian statement publik yang dinilai telah bernada ancaman. Karena Ketum Partai Demokrat ini menilai bahwa kekuasaan bukan untuk menakuut-nakuti, akan tetap memberikan perlindungan dan mengayomi.

“Pemerintah tak perlu arogan dalam menanggapi kritik. Negeri ini dibangun bukan untuk menjadi negara kekuasaan. Karena itu, kedaulatan berada di tangan rakyat. Namun, rakyat juga tak boleh absolut,’ terang SBY.

Dalam kesempatan itu, dia juga menceritakan bahwa selama menjadi presiden dua periode, dirinya juga sering kali mendapatkan bentuk kritikan, bahkan kritikan yang disampaikan pada saat itu dianggap lebih keras dibandingkan dengan yang sekarang ini.

“Namun, entah kenapa yang dulu keras mengkritik saya itu malah sekarang lebih banyak diam,” ungkap dia.

BACA JUGA : Pemerintah Telah Berupaya Membebaskan Hukuman Mati Yang Didakwakan Kepada Zaini Misrin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here