Menguji Data Prabowo Soal Indonesia Bubar 2030!

0
446
Prabowo
Copyright©tribunnews

Pernyataan Indonesia Bubar 2030 Disampaikan Prabowo Dalam Pidatonya

Indowarta.com – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebutkan bahwa dia memprediksi Indonesia bubar 2030 mendatang. Adanya prediksi tersebut telah didahului dengan beberapa kajian pendukung. Bentuk pernyataan Indonesia bubar 2030 ini disampaikannya pada saat berpidato dalam acara Gerindra yang sudah diunggah di akun Facebook resmi partai.

BACA JUGA : Penjelasan Gerindra Soal Prabowo Ungkap Kajian Indonesia Bubar 2030!

Namun apakah benar prediksi Indonesia bubar 2030? Berdasarkan hasil kajian dari beberapa lembaga sudah menunjukkan hasil yang tak sama. Pertama dari PricewaterhouseCoopers (PwC) di bulan September 2017 lalu sudah merilis reset mengenai outlock perekonomian dengan mengambil tema “The Long View, How will the global economic order change by 2050?”.

PwC diketahui merupakan salah satu jasa auditor besar dari empat di dunia, yang telah merilis mengenai autlook perekonomian. Dalam rilis yang dilakukan, mereka memproyeksikan terkait perekonomian dunia di tahun 2030 dan 2050 mendatang.

Prabowo
Copyright ©fajar

Dan negara Indonesia menjadi salah satu yang menjadi perhatian lembaga ini usai mengutip dari riset IMF di tahun 2016 lalu. Dari data IMF diketahui bahwa posisi perekonomian Indonesia tahun 2016 lalu diurutan ke-8 dengan jumlah produk domestik bruto (PDB) atau Gross Domestik Bruto (GDB) mencapai USD 3.028 miliar.

BACA JUGA : Sidang Perceraian Ahok Dan Veronica Tan Segera Diputuskan Oleh Hakim

Chief Economist PwC, John Hawksworth menilai, pada tahun 2030 mendatang perekonomian Indonesia justru akan menempati posisi ke lima terbesar di dunia. Diprediksi bahwa PDB Indonesia di tahun itu akan meningkat hingga USD 5.424 miliar.

Disamping itu, tahun 2017, Bank Dunia telah mengeluarkan sebuah proyeksi mengenai perekonomian Indonesia. Berdasarkan hasil proyeksinya menunjukkan bahwa di tahun 2017 perekonomian telah meningkat 5,1 persen. Sedangkan untuk tahun 2018 ini meningkat hingga 5,3 persen.

Sedangkan Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo Chaves mengungkapkan, adanya kondisi baik ini terlihat dari meningkatnya harga komoditas, sehingga sejumlah data penopang pertumbuhan ekonomo menjadi lebih positif.

“Hal ini sangat positif untuk keberlanjutan pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan semakin baik dan akan ada banyak kejutan dan akhirnya sangat baik sekali,” ungkap Rodrigo di Energy Building, Jakarta, Kamis (14/12/17) lalu.

BACA JUGA : Gerindra Optimis Prabowo Mampu Memperbaiki Perekonomian Indonesia Jika Jadi Presiden

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here