Mark Zuckerberg Siap Dipanggil Kongres AS Terkait Kebocoran Data Pengguna FB

0
534
Copyright©She Leads Africa

Pihak FB Berjanji Akan Memberikan Informasi yang Dibutuhkan Oleh Kongres AS

Indowarta.com – Usai tidak dapat diakses selama beberapa hari karena adanya dampak dari skandal kebocoran puluhan juta data pengguna Faceboook (FB), akhirnya Mark Zuckerberg selaku CEO mengklarifikasinya melalui pernyataan resmi dalam wawancara dengan sejumlah media.

BACA JUGA : Resmi Dirilis di Indonesia, Bagaimana Game Play Lineage 2 Revolution?

Terkait dengan kondisi tersebut, kali ini dirinya tidak hanya meminta maaf kepada seluruh pengguna FB, namun Zuckerberg menyatakan bahwa pihaknya siap jika dipanggil oleh Kongres (Mejelis Permusyawaratan Rakyat di Amerika Serikat) jika memang dibutuhkan untuk menyampaikan keterangan.

“Saya terbuka pada hal itu,” kata seperti yang dilansir dari Recode, Kamis (22/3/18).

“Kami sebetulnya cukup sering melakukannya. Ada banyak topik berbeda yang Kongres butuh dan ingin ketahui,” sambungnya.

Selain itu dirinya juga memastikan bahwa pihak kongres akan mendapat akses informasi yang dianggap dibutuhkan terkait dengan adanya kondisi tersebut. Namun yang pasti, Zuckerberg meminta maaf kepada seluruh pengguna FB menyusul adanya penyalahgunaan data yang diambil dari 50 juta pengguna oleh Cambridge Analytica.

“Kami membuat masyarakat kecewa, dan aku merasa sangat menyesal, dan aku minta maaf tentang hal itu,” ungkapnya.

FB
Copyright©kompstekno

Terkait dengan adanya permasalah ini, dia menganggap bahwa itu merupakan salah satu bentuk “pelanggaran kepercayaan” dari pada pencurian data. Cambridge Analytica memang tidak sampai berhasil mengambil sistem atau kata sandi pengguna.

BACA JUGA : WhatsApp Dilarang Berbagi Data dengan FB!

Namun mereka menggunakan cara dengan memacing pengguna FB menggunakan kuis buatannya dengan cara login menggunakan akun media sosial tersebut. Sehingga dengan cara tersebut, data dari 50 juta pengguna telah digunakan untuk kepentingan mereka.

Beberapa kuis yang sudah digunakan oleh Cambridge Analytica sebagai alat pengintip data pengguna FB, yang diketahui dikendalikan oleh seorang akademisi bernama Aleksandr Kogan. Dia meripakan akademisi dan dosen yang ada di Fakultas  Psikologi Universitas Cambridge.

Dengan cara menggunakan sebuah aplikasi yang menyediakan kuis. Kogan diduga sudah mengambil data 50 pengguna FB, yang digunakan oleh Cambridge Analytica untuk kepentingan politik. Menanggapi tuduhan itu, Kogan mengaku kalau dirinya hanya diajak oleh Christopher Wylie, mantan staf Cambridge Analytica, yang sudah membocorkan hal ini.

“Mereka awalnya mengajakku untuk melakukan kerja konsultasi,” kata dia kepada Anderson Cooper, dilansir dari CNN, “Saya seorang akademisi, saya tidak tahu apa-apa tentang mendirikan perusahaan,” sambungnya.

BACA JUGA : Cara melindungi Pesan di WhatsApp dengan Aplikasi Ini!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here