Beredarnya Miliaran Uang Palsu di Bogor Ada Kaitannya dengan Pilkada?

0
839
Uang Palsu di Bogor,
Copyright©Viva

Polisi Menduga Uang Palsu Di Bogor Ada Kaitannya Dengan Pilkada Serentak

Indowarta.com – Pihak kepolisian berhasil mengungkap adanya upaya peredaran uang palsu di Bogor dengan total mencapai Rp 6 miliar, pada Selasa (27/3/18). Adanya kasus ini diduga berkaitan dengan Pilkada serentak yang akan digelar pada tahun ini.

BACA JUGA : Terkait Kasus Emirsyah Santar, KPK Jadwalkan Pemanggilan Kepada Indraguna Sutowo

Pada saat melakukan penggrebekan di sebuah rumah kontrakan yang berada di kawasan Parung Banteng, Kelurahan Katulampa, Bogor Timur, Kota Bogor. Polisi berhasil menangkap tiga orang pelaku peredaran uang palsu di Bogor ini, mereka berinisial CDR (55), MAX (37), dan YRN (37).

Sekarang ini, Kapolresta Bogor Kota Kombes Ulung Sampurna Jaya mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mendalami kasus peredaran uang palsu di Bogor ini. Hal itu untuk memastikan apakah ada kaitannya dengan Pilkada atau tidak.

“Kami belum menemukan indikasi ke situ. Tapi kami akan selidiki dan kembangkan kasus ini,” ungkap Ulung.

Disamping itu, dia menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada adanya peredara uang palsu, terutama menjelang diselenggarakannya Pilkada serentak pada tahun 2018 ini. “Warga harus lebih teliti saat menerima uang pecahan Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu. Sebab momen pilkada rentan peredaran uang palsu,” kata dia.

Uang Palsu
Copyright©Ist

Pada saat diperiksa untuk menggali keterangan dari tersangka kasus uang palsu di Bogor ini, para tersangka mengaku kalau uang palsu senilai Rp 6 miliar tersebut akan dikirimkan kepada pemesan yang ada di wilayah Tangerang, Provinsi Banten.

BACA JUGA : SPBU Isi Bensin Melebihi Kapasitas Tangki, Pertamina Minta Maaf!

“Mereka sudah dua kali mengedarkan uang palsu. Untuk transaksi pertama nilainya Rp 250 juta,” ujar Ulung.

Polisi menduga bahwa para tersangka ini merupakan sidikat jaringan peredaran uang palsu antar provinsi. Hal itu karena beberapa uang palsu dengan nominal yang sangat tinggi itu dipesan dari beberapa daerah.

“Ini jaringan antarprovinsi, jadi dijual dan diedarkannya di luar Bogor,” ucap dia.

Ulung menambahkan, para pelaku mendapatkan uang palsu dengan total hingga miliaran itu telah dipesannya melalui telepon dari orang yang ada di luar Bogor. Setelah melakukan komunikasi, kedua belah pihak bertemu untuk transaksi jual beli. “Uang palsu ini dikirim sesuai jumlah pesanan,” kata Ulung.

 BACA JUGA : Bayi Calista Meninggal Dunia, Korban Kekerasan Ibu Kandungnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here