BPOM Diminta Komisi IX Untuk Menarik Obat Mengandung Babi

0
361
Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi,
Copyright©dpr

Komisi IX Banyak Menerima Keluhan Dari Masyarakat Terkait Obat Mengandung Babi

Indowarta.com – Dede Yusuf Macan Effendi selaku Ketua Komisi IX DPR RI meminta kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk segera mengambil langkah tegas, dengan menarik seluruh obat yang mengandung enzim babi atau tidak halal untuk dipasarkan.

BACA JUGA : Soal Tanah Abang, Ombudsman Bantah Niat Politik Pada Anies Baswedan!

Terkait dengan hal ini, pihaknya memberikan waktu  satu bulan untuk BPOM dapat mengatasi adanya peredaran obat mengandung babi tersebut. Sejajar dengan apa yang telah diminta oleh Dede, beberapa anggota Anggota Komisi IX DPR RI juga meminta untuk penarikan tersebut.

“Kami memberikan tenggat waktu satu bulan, agar BPOM menarik obat yang mengandung enzim babi secara massal,” kata Dede, melalui keterangan persnya kepada Parlementaria, Selasa (27/3/18).

Dede mengatakan sampai sekarang ini Komisi IX masih menerima keluhan dari masyarakat mengenai adanya peredaran obat mengandung babi. Bahkan ada 13 produk yang sekarang ini sudah dipasarkan mengandung bahan tersebut.

“Kami menerima keluhan dari masyarakat bahwa di antara 13 produk enzim, masih ada yang dijual secara dalam jaringan (daring) atau online. Ini harus ditarik dari pasaran, baik sifatnya penjualan luar jaringan ataupun daring,” ujar Dede.

Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi
Copyright©dpr

Politisi Partai Gerindra ini menilai bahwa produk obat atapun suplemen termasuk produk farmasi yang paling sensitif. Ditambah, munculnya beberapa kasus mengenai telah terkontaminasi dengan kandungan babi.

BACA JUGA : Solusi Asam Urat Saat Masih Muda!

“Masalahnya kan mengandung babi. Memang benar, banyak obat mengandung babi, tetapi khusus Indonesia negara yang mayoritas muslim perlu diberikan kata-kata mengandung babi. Biasanya ada kode tertentu, sehingga masyarakat bisa menentukan sendiri dia mau menggunakan produk itu atau tidak,” ucap Dede.

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI, Hang Ali, dia menilai BPOM kurang transparan terkait adanya kasus produksi enzim yang sudah tercemar dengan DNA babi. Oleh karena itu dia meminta untuk menarik obat mengandung babi dari edaran.

“Selama ini yang ramai kan dua produsen, nyatanya ada 15 produsen. Produknya juga mengandung pancreatin. Dari 13 produk, satu katanya tidak terbukti, empat mengembalikan izin edar dan tarik produk. Nah, yang 13 ini kasusnya apa, harus dijelaskan. Jangan diam-diam saja. Jangan-jangan kasusnya sama,” paparnya.

BACA JUGA : Obat Kumur Meningkatkan Risiko Diabetes?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here