BBN Menghimbau Kepada Orang Tua Untuk Berhati-Hati Memberikan Jajanan Pada Buah Hatinya

0
310
Kepala BNN Haru Winarko
Copyright©Liputan6

Himbauan BBN ini Terkait Dengan Adanya Kejadian Ibu Dan Anaknya Positif Terkena Obat-obatan Terlarang

Indowarta.com – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Heru Winarko menyampaikan himbauannya kepada seluruh orang tua untuk tetap waspada terhadap makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak. Hal itu untuk mengantisipasi adanya beberapa hal yang tidak diinginkan.

BACA JUGA : Identitas Pentolan Jaringan Penyelundupan Obat-obatan Terlarang Di Batam Telah Dikantongi Polri

Adanya kasus seorang ibu dan balita yang urinenya telah positif mengandung obat-obatan teralang di Kepulauan Maranti, Riau, dapat menjadi pembelajaran untuk lebih hati-hati memiliki makanan yang akan dikonsumsi oleh anak.

“Jadi ibu-ibu yang anaknya jajan, perhatikan apa yang dikonsumsi anaknya,” kata Heru Winarko di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (4/4/18)

Sekarang ini, pihak dari BNN masih melakukan pengecekan sampel urine dari seorang ibu bernama Rika dan buah hatinya, R, yang sekarang ini masih berusia 3,8 tahun. Sampel urine keduanya telah sudah dikirimkan dari Riau pada Selasa (3/4/18) ke BNN.

Hal ini dilakukan BNN untuk memastikan lebih lanjut apakah hasil itu sesuai dengan tes diawal. Disamping itu, Heru mengatakan bahwa memasukkan zat obat-obatan terlarang pada makanan adalah salah satu modus dari pihak-pihak yang tak bertanggung jawab untuk peredaran barang haram itu.

“Bisa jadi. Kami akan kerja sama dengan BPOM,” tutur Heru.

bnn
Copyrigth©rmoljakarta

Sebelumnya diketahui, ada perbedaan hasil tes urine dari ibu dan anak tersebut berdasarkan dari rumah sakit dan hasil tes dari Polres Kepualuan Meranti. Oleh karena itu, sampel urine itu masih dalam pemeriksaan BNN.

BACA JUGA : BPOM Diminta Komisi IX Untuk Menarik Obat Mengandung Babi

Dimana pada tes urine pertama yang dilakukan pihak rumah sakit, hasilnya keduanya positif mengandung obat-obatan terlarang jenis methamphetamine dan amphetamine. Akan tetapi, dalam pemeriksaan ulang yang dilakukan Polres hasilnya negatif.

R dan ibunya dinyatakan positif dari hasil tes urine di rumah sakit setelah mereka mengonsumsi permen. Kapolres Kepualuan Meranti AKBP La Ode Proyek mengungkapkan, hasil dari pemeriksaan keduanya mengaku kalau tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang tersebut.

“Pengakuannya seusai memakan permen,” kata La Ode.

Adanya kejadian ini baru dirasakan pada Jumat (30/3/18), pada saat sang anak berperilaku aneh dan tidak dapat tidur ketika malam hari. Pihak keluarga kemudian menduga bahwa hal itu disebabkan karena memakan permen yang dibelikan kakeknya di warung sebelah tempat tinggalnya.

BACA JUGA : Hari Ini, Jokowi Lantik Kepala BNN Pengganti Buwas!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here