Cuci Otak Ala Dokter Terawan, Terobosan Medis Atau Pelanggaran Kode Etik?

0
2246
Dokter Terawan,
Copyrigth©Viva

Bagaimana Menyikapi Cuci Otak Ala Dokter Terawan?

Indowarta.com – Hastag #SaveDokterTerawan menggema di tanah Air Indonesia khususnya di lini masa. Tidak tanggung-tanggung ada sosok pengusaha dan juga politikus sekelas Aburizal Bakrie berada di garda terdepan dalam membela Dokter Terawan Agus Putranto yang baru saja dipecat dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Semua ini bermual dari beredarnya putusan sanksi Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) terhadap dokter cuci otak di Media sosial pada Selasa Kemarin (2/4/2018).

MKEK menyebut dokter yang identic dengan terapi Brain Washing melalui Diagnostik Digital Substraction Angiography (DSA) itu sudah berlebihan dalam mengiklankan diri. Menurut MKEK tidak sepatutnya Dokter Terawan mengklaim tindakan cuci otak sebagai tindakan pengobatan kuratif dan pencegahan stroke iskemik.

Baca Juga: IDI Pecat Dokter Terawan Karena Metode Cuci Otak!

Alasan lai yang semakin memperkuat MKEK menjatuhkan sanksi ini karena dokter Terawan melakukan dugaan menarik bayaran dengan nominal yang tidak sedikit.

Dokter Terawan
Copyrigth©MI

Dilansir dari tim health Liputan6, pihaknya ingin memastikan soal keaslian surat tersebut, sewajarnya surat penting seperti pemberitahuan pemecatan Dokter Terawan tidak sampai jatuh ke tangan public.

Hal yang smaa juga diungkap oleh Mariya Mubarika dari Tim advokasi legislative IDI. Mariya amat terkejut begitu mengetahui bahwa media banyak yang menerima surat pemecatan tersebut.

Menurutnya, segala informasi dan data dari MKEK PN IDI yang asli tidak bisa diakses secara bebas.

Ketika disinggung soal kebenaran surat yang beredar di masyarakat, dirinya belum bisa memastikan apakah itu asli atau hoaks.

Baca Juga: Didemo Pelajarnya, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Malang Dicopot

Surat yang tersebar dalam bentuk Portable Document Format (PDF) itu berjudul Keputusan MKEK – TAP (singkatan dari nama Terawan Agus Putranto) dengan jumlah halaman 10 lembar. Salah satu keputusan yang tertulis di sana menetapkan bahwa pelanggaran yang dilakukan dokter Terawan tergolong pelanggaran etik serius (serious ethical misconduct).

Pada halaman nomor sembilan diketahui bahwa sanksi yang diberikan dokter Terawan berupa pemecatan sementara sebagai anggota IDI selama 12 bulan dari 26 Februari 2018 sampai dengan 25 Februari 2019. Hal ini juga diikuti pernyataan tertulis pencabutan rekomendasi izin praktiknya.

Baca Juga: Dikorupsi Sampai Rp 18 M, Gedung Shelter Tsunami Banten Gagal Total

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here