Partai Koalisi dan Relawan Tidak Setuju Jika Jokowi Gandeng dengan Prabowo

0
2031
Membandingkan Jokowi dan Prabowo Dari Kacamata Kaum Milenial
Membandingkan Jokowi dan Prabowo Dari Kacamata Kaum Milenial Copyright©Kompas

Jokowi Tidak Mungkin Akan Bergandengan Prabowo?

Indowarta.com – Ketua Umum PPP Romahurmuziy menyatakan upaya presiden Jokowi menggandeng Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto belum mendapatkan restu dari partai koalisi.

Romi mengatakan saat ini Ketua Umum partai politik yang menyetujui Jokowi bergabung bersama Prabowo sebagai pasangan calon baru dirinya seorang. Sebab ia beranggapan dengan bergabungnya Jokowi dan Prabowo sebagai pasangan calon makan akan menghilangkan potensi konflik politik di masyarakat saat pemilu nanti.

Baca Juga: “Prabowo Bukanlah Petugas Partai Layaknya Jokowi”

Bahkan, saat itu Jokowi sempay menanyakan ide tentang menggandeng Prabowo sebagai cawapres kepadanya. Romi langsung menyetujui usulan tersebut tanpa berkonsultasi dengan siapapun.

“Agak kaget Pak Jokowi memang menanggapi jawaban saya. Tapi waktu itu saya pilih untuk menyetujui segera. Kenapa? Pertama akan ada aklamasi nasional. Karena semua survei kalau Jokowi-Prabowo bersatu maka di atas 70 persen,” ujar Romi di sela Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PPP, di Hotel Patra, Semarang, Jumat (13/4/2018).

Baca Juga: PKS Bisa Saja Gembosi Prabowo

Namun ide tersebut belum disambut positif oleh Ketua Umum Parpol lain yang sudah mendeklarasikan Jokowi sebagai capres. Beberapa dari mereka masih meminta waktu untuk memikirkan jawaban ihwal ide tersebut.

Selain itu, hanya 10 Perse relawan Jokowi yang setuju bila mantan Gubernur DKI Jakarta bersanding dengan Prabowo di Pilpres 2019.

“Maka kemudian saya tanya, bapak sendiri nyamannya bagaimana? ‘Saya belum bisa jawab karena memang saya harus meminta persetujuan semua ketum partai sementara ketum yang ada saat ini enggak lengkap. Ada yang berada di luar negeri. Ada yang minta jawabnya nanti’,” kata Romi menirukan ucapan Jokowi.

Alasan utama Presiden Jokowi berencana gandeng Prabowo ini adalah demi menjaga persatuan nasional. Dirinya mengungkap, hal ini berkaca pada Pilkada DKI Jakarta yang dipenuhi dengan ketegangan dan berpotensi memicu konflik.

“Beliau menyampaikan, bayangkan gaduhnya republik ini. DKI Jakarta saja yang satu provinsi luar biasa gaung perbedaannya. Kemudian intoleransi meningkat dengan simpul-simpul agama,” kata Romi, sapaannya, di sela Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PPP di Hotel Patra, Semarang, Jumat (13/4/2018).

Baca Juga: Komentar Sandiaga Uno Soal Video Prabowo Telanjang Dada yang Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here