Mayoritas Masyarakat Ingin Ganti Jokowi di Pilpres 2019

0
2094
Jokowi
Copyright ©suratkabar

Jokowi Sudah Tak Diiinginkan Lagi?

Indowarta.com – Survei yang dilakukan oleh Media Survey Nasioal (Median) Menunjukkan masyarakat menginginkan Joko Widodo (Jokowi) digantil oleh tokoh lain pada Pemilihan Presiden 2019 nanti.

“Sebanyak 46,4 persen responden ingin Jokowi diganti tokoh lain,” kata Direktur Riset Median Sudarto saat merilis hasil survei elektabilitas kandidat calon presiden di daerah Cikini, Jakarta Pusat, Senin, 16 April 2018.

Baca Juga: Partai Koalisi dan Relawan Tidak Setuju Jika Jokowi Gandeng dengan Prabowo

Jumlah tersebut lebih banyak ketimbang responden yang memilih jokowi memimpin kembali yakni, sekitar 45.22 Persen. Ada 8.41 persen responden yang memilih untuk tidak menjawab pertanyaan tersebut.

WAJIB BACA :  “Prabowo Tak Punya Banyak Pilihan, Mau Tak Mau Pasangannya Dari PKS”

Sudarto menyebutkan bahwa hasil survei ini menjadi perinngatan bagi Jokowi. “Warning kuning kemerahan untuk Jokowi, karena ada sedikit lebih banyak orang yang ingin jokowi diganti.”

Artinya, apabila ada Pilpres mendatang hanya ada dua pasangan calon saja, maka peluang mantan giubernur DKI tersebut kembali menang akan kecil sekali. Alasannya, dia memprediksikan bahwa para pemilih yang sudah tidak mau lagi dipimpin oleh Jokowi aan terkanalisasi untuk mendukung lawan Jokowi.

Meski demikian, Sudarto mengakui, Elektabilitas Jokowi masih menjadi yang tertinggi dengan poin 36.2 Persen. Menurutnya, tingginya elektabilitas Jokowi ini lantaran hingga saat ini masyarakat masih dihadapkan dengan banyak pilihan tokoh.

Baca Juga: Kemanakah Demokrat Akan Berlabuh Saat Pilpres 2019?

WAJIB BACA :  Jurus Golkar Untuk Menangkan Jokowi

“Masyarakat masih belum menemukan figur yang cocok melawan Jokowi, sehingga suara tersebar di banyak tokoh,” kata dia.

Sudarto meyakini peta elektabilitas itu bakal berubah drastis apabila pendaftaran capres cawapres telah dibuka dan lawan Jokowi sudah pasti. “Sekarang itu pesannya jelas, ‘saya ingin mengganti Jokowi’, tapi messenger-nya belum jelas nih,” kata dia.

Median melakukan survei dengan sampel 1200 responden yang memiliki hak pilh, survey tersebut memiliki margin of error sebesar 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sampel dipilih secara acak dengan teknik multistage random sampling serta proporsional atas populasi di provinsi dan gender. Adapun kontrol kualitas dilakukan terhadap 20 persen sampel yang ada.

 Baca Juga: “Presiden Lepas Tanggung Jawab Kasus Novel Baswedan”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here