Sandiaga Uno Akan kembali Dilaporkan Soal Penggelapan Tanah

0
5181
Sandiaga Uno (1)
Copyright ©kumparan

Sandiaga Uno Kembali Dilaporkan

Indowarta.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno Akan kembali dilaporkan dalam kasus dugaan penggelapan tanah di Tangerang. Padahal, sudah ada upaya perdamaian yang dilakukan oleh rekan bisnis Sandiaga Uno yakni Andreas Tjahyadi.

“Tinggal tunggu waktu yang tepat,” kata Fransiska Kumalawati Susilo, Kuasa Hukum pelapor Djoni Hidayat, saat dihubungi CNNIndonesia, Selasa (24/4).

Baca Juga: Sandiaga Uno Sebut Prabowo dan Anies Baswedan Ketemuan Bahas DKI!

Sebenarnya, Frasiska melaporkan Andreas dan Sandiaga ke Polisi pada tahun 2017 kemarin, lantaran diduga melakukan penggelapan dalam penjualan sebidang tanah milik PT Japirex sekitar 1 hektare di Jalan Raya Curug, Tangerang, banten pada tahun 2012.

WAJIB BACA :  Sandiaga Uno Sebut Banyak Ulama yang Inginkan Ada Tarawih di Monas

Andreas diketahui sempat menjabat sebagai Direktur Utama PT Japirex, Sandiaga uno memgeang saham sebesar 40 persen dan Djoni menjabat direktur perusahaan tersebut. Sandiaga Uno kemudian melepas sahamnya di perusahaan tersebut. PT Japirex dinyatakan bubar pada 11 Februari 2009.

Ketika melepas saham tersebut, Sandiaga Uno diduga menggelapkan hasil penjualkan asset Japirex yakni tanah seluas satu hektar.

Polisi, kemudian menetapkan Andreas Tjahyadi sebagai tersangka dan menahannya di Rutan Polda Metro Jaya. Penahanan tersebut dilakukan usai penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 17 orang saksi.

Namun belakangan ini, Andreas mengajak damai Djonnu dan telah menggantu kerugian sebesar Rp 3.4 Miliar.

Baca Juga: Komentar Sandiaga Uno Soal Video Prabowo Telanjang Dada yang Viral

WAJIB BACA :  Sandiaga Uno Sebut Banyak Ulama yang Inginkan Ada Tarawih di Monas

Kata Fransiska, Djoni berencana akan mencabut laporan Karena Andreas mengajukan upaya damai. “Sekarang masih proses pencabutan laporannya. Karena mereka minta damai, sudah terjadi perdamaian dan mereka sudah mengganti kerugian terhadap tanah Djoni Hidayat,” tuturnya.

Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menyatakan berkas perkara Andreas sudah dinyatakan lengkap sejak Senin (5/3). Pihaknya menunggu pelimpahan berkas tahap dua atau penyerahan tersangka dan barang bukti.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan tahap dua belum dilakukan hingga kini. “Belum tahap dua,” ucap dia.

Baca Juga: Saat Mobilnya Diderek Dishub, Ratna Sarumpeat Langsung Telepon Anies Baswedan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here