Terungkapnya Aksi Dua Ustadz Palsu Pengganda Uang

0
336
Ustadz Palsu pengganda Uang
Ilustrasi Ustadz Palsu pengganda Uang Copyright © Liputan6

Insiden Ustadz Palsu Pengganda Uang

Indowarta.com Kepolisian Resor (Polres) Pelabuahan Tanjung Perak Surabaya mengungkap kasus peniupuan dengan modus para pelaku yang mengaku sebagai Ustadz dan Kiai yang dapat menggandakan uang. Kedua Tersangka mengaku sebagai Kiai dan Ustadz, sejeka beberapa tahun terakhir telah menyasar korban orang-orang kaya. Mereka menyatakan mampu menggandakan uang.

“Kedua tersangka telah beraksi di berbagai kota, di antaranya Solo, Jawa Tengah, dengan hasil penipuan Rp 100 juta. Selain itu, di Batam, Kepulauan Riau, keduanya berhasil menipu korbannya senilai Rp 12 juta, serta di Jember, Jawa Timur, menipu sebesar Rp5 juta,” ujar Kepala Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi Antonius Agus Rahmanto kepada wartawan di Surabaya, Selasa 24 April 2018, dilansir Antara.

Baca Juga: Video Hot Tersebar Hingga Viral, Pria Asal Jember Polisikan Istrinya!

Polisi menetapkan dua orang tersangka dalam kasus penipuan dengan Modus penggandaan Uang ini. masing-masing yakni berinisial MS 44 Tahun asal Banyuwangi yang tinggal di Kecamatan kedopok, Probolinggo, Jawa Timur dan BN Umur 42 Tahun asli Jember dan Tinggal di Buleleng, Bali.

Di Wilayah hukum, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, kedua tersangka juga pernah melakukan penipuan senilai Rp 40 Juta. Terakhir pada 8 Maret lalu, keduanya beraksi di walayah Operasi Polres pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan melakukan penipuan kepada korban asal Banyuwangi senilai Rp 850 Juta.

Dalam setiap aksi di berbagai kota, kedua tersangka selalu menggiring korbannya untuk menyewa sebuah kamar hote, dengan alasan sebagai tempat menggelar ritual menggandakan uang.

Baca Juga: KPK Kantongi Nama Baru Kasus Bank Century, Siapa Saja?

“Salah satu tersangka kemudian mengajak korban keluar dari kamar hotel untuk membeli perlengkapan ritual. Saat itulah tersangka lainnya membawa kabur uang milik korban yang ditinggal di dalam hotel. Modusnya di setiap tempat selalu begitu,” ujar Antonius.

Polisi menjerat tersangka MS dan BN dengan Kitab Undang-undang Hukum Pidana Pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara.

Baca Juga: Semangka Diduga Mengandung Formalin Ditemukan di Bogor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here