Apa Imbasnya Jika Dolar AS Capai Rp 14.000?

0
1142
Imbas Dollar Menguat Kepada Rupiah
Imbas Dollar Menguat Copyright © Forexbisnis

Imbasnya Jika Dolar AS Nyaris Rp 14.000

Indowarta.com Nilai Dolar Amerika Serikat (AS) Hampir menembus angka Rp 14.000. Angka ini tanpa disadari sudah mlai memberikan dampak terhadap beberapa jenis usaha di Indonesia.

Beberapa sektor usaha sudah menyadari dampak depresiasi rupiah belakangan ini. dampaknya yang dirasakan sektor usaha tersebut karena produk yang dijual atau bahan dasarnya berasal dari impor.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Layanan Haji 2018 Sangat Baik

Sebab, jika nila dolar tinggi, maka rupiah yang dikeluarkan semakin banyak atau mahal, meskipun harga dalam satuan dolarnya tetap sama.

Berikut imbas tingginya dolar AS ke kehidupan kita sehari-hari:

  • Harga Makanan Bakal Naik

Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI) bakal mengencangkan ikat pinggang guna mengantisipasi keperkasaan dolar atas rupiah.

Wakil Ketua GAPMMI Sribugo Suratmo mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah langsung berdampak pada biaya bahan baku impor untuk makanan.

“Sebagian besar bahan baku yang impor itu langsung kena, gandum, tepung terigu, sebagian kita kan memang terus terang memakai bahan baku itu,” kata Sribugo saat dihubungi detikFinance, Jakarta.

  • Harga Onderdil dan Juga Helm Berubah

Keperkasaan Dolar ini juga diakui oleh beberapa bengkel penjual suku cadang dan pelengkap sepeda motor yang berlokasi di Jalan Raya Otto Iskandar Dinata yang dikenal Otista, Jakarta Timur.

Hendrik, salah satu penjaga toko Pasti Jaya Makmur (PJM) ini mengaku belakangan ini harga suku cadang mengalami kenaikan sekitar 10%.

“Harganya naik sekitar 10%, sudah dua bulan yang lalu,” kata dia kepada detikFinance, Jakarta.

Baca Juga: Libur lebaran Bertambah Jadi 11 – 20 Juni 2018

  • Harga Barang Elektronis Siap Naik

Ketika dihadapkan dengan berbagai barang elektronik, penjualnya pun pada dasarnya akan mmenaikkan harga jual jika memang mempengaruhi harga beli yang dilakukkannya. Namun demikian penjual barang elektronik ini menyebut kenaikannya hanya sedikit.

“Ada dampaknya tapi nggak banyak, kira-kira 2% sampai 5% lah (harga jual),” kata Yuni kepada detikFinance.

Yuni mengatakan, misalnya modal yang harus ia keluarkan Rp 100 ribu karena dolar menguat, kenaikan itu akan dia bebankan ke harga jual.

Ia menjelaskan kenaikan barang-barang elektronik ini sebenarnya sudah berlangsung sejak satu bulan lalu. Namun hal ini bukan berkaitan dengan kenaikan mata uang dolar.

Baca Juga: Antre Berjam-jam Demi Es Kepal Milo yang Viral di Media Sosial

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here