Munculnya Hastag #GantiDPR 2019 Jika Tidak Segera Disahkan UU Anti Terorisme

0
2506
Munculnya Hastag #GantiDPR 2019 Jika Tidak Segera Disahkan UU Anti Terorisme
Munculnya Hastag #GantiDPR 2019 Jika Tidak Segera Disahkan UU Anti Terorisme Copyright © SHNET

Kapankah UU Anti Terorisme Akan Disahkan?

Indowarta.comRomo Agus Ulahayanan dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menyampaikaan bahwa saat ini seluruh rakyat Indonesia tengah menanti pengesahan RUU Anti-Terorisme.

Hal ini harusnya dilakukan menyusul kasus peledakan bom yang dilakukan di 3 Gereja Surabaya, Jawa Timur.

Pernyataan tersebut ia sampaiakan dalam konferensi pers bersama dengan tokoh Lintas Agama Lainnya di Gadung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

Baca Juga: Aksi Bela Palestina 115 Di Monas, Diwarnai dengan Pembagian Sarapan Gratis

Dirinya menegaskan bahwa seluruh masyarakat menunggu para wakil rakyat menuntaskan tugasnya, yakni mengesahkan RUU yang seolah ‘jalan Ditempat’ tersebut.

“Kepada segenap warga bangsa saudara saudari yang terkasih, mari kita menanti wakil rakyat kita untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya,” ujar Agus, dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Minggu malam (13/5/2018).

Lebih lanjut, menurutya para angoota DPR memiliki tugas untuk memudahkan aparat kepolisian dalam menangani terorisme di negera ini, melalui pengesahan RUU tersebut.

“(Tugas) demi membantu pihak kepolisian untuk bisa kita bersama-sama membasmi terorisme di bangsa ini,” jelas Agus.

Baca Juga: Ijtima’ Ulama yang Melahirkan Resolusi Baitul Maqdis

Oleh karena itu Agus pun menegaskan, jika RUU tersebut belum juga disahkan hingga akhir 2018, maka sebaiknya hastag #GantiDPR2019 harus digaungkan.

“Kalau sampai akhir tahun ini belum juga ada pengesahan UU penanganan terorisme, mari kita bangun tagline #GantiDPR2019, rakyat yang menentukan,” tegas Agus.

Kemudian ia juga menambahkan, Masyarakat harus berusaha mendorong DPR segera mengesahkan RUU itu karena demi kepentingan Bangsa Indonesia.

Sehingga langkah tegas terhadap para teroris ini bisa segera diambil.

“Kita capai dengan meminta DPR untuk memperhatikan kebutuhan bangsa ini,” kata Agus.

Selain menyampaiakn desakan tersebut, Agus juga membacakan pernyataan sikap para tokoh lintas agama menaggapi pengeboman di 3 Gereja Surabaya, Jawa Timur, termasuk kasus kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Baca Juga: Ada 120 Pendaki Ketika Gunung Merapi Meletus Pagi Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here