Bom Gereja di Surabaya, 1 Keluarga dengan 3 Cara Peledakan

0
269
Bom Gereja di Surabaya, 1 Keluarga dengan 3 Cara Peledakan
Bom Gereja di Surabaya, 1 Keluarga dengan 3 Cara Peledakan - Copyright ©Detik

Bom Gereja Surabaya, Pelakunya 1 Keluarga

Indowarta.comBom yang mengguncang 3 Gereja di Surabaya. Pelakunya ditengarai 6 orang yang bernaung dalam satu keluarga. Cara pelaku meledakkn bom di gereja ini berbeda-beda.

Modus dan jenis bom ini diungkapkan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dita Oepriarto (47) disebut sebagai pimpinan Jamaah Ansharut Tauhid (JAD) di Surabaya. JAD diduga pendukung ISIS. Karena ISIS di tingkat internasonal ditekan dan pimpinannya di Indonesia ditangkap, Pelaku beraksi.

Baca Juga: Munculnya Hastag #GantiDPR 2019 Jika Tidak Segera Disahkan UU Anti Terorisme

Dita meledakkan bom di Gereja Pantekosta, Minggu 13/4 Sambil mengemudikan Toyota Avanza. Sebelumbya Dita mengantar istri Puji Kuswati (43) dan dua anak perempuannya, FS (12) FR (9) Ke GKI Jl Diponegoro dan Dua Anak Laki-lakinya, YF (18) dan FA (16) Ke Gereja Santa Maria Tak Bercela di Kawasan Ngagel.

Bom Gereja di Surabaya, 1 Keluarga dengan 3 Cara Peledakan -
Bom Gereja di Surabaya, 1 Keluarga dengan 3 Cara Peledakan – Copyright ©Tribunnews

Menurut Kapolri, Semua Bom di 3 Gereja aksi bunuh diri, jenis bomnya pun berbeda. Bom yang diledakkan Dita Menggunakan Bom yang diletakkan kendaraan yang ditbrakkan.

“Ini paling besar,” kata Tito.

Baca Juga: Aksi Bela Palestina 115 Di Monas, Diwarnai dengan Pembagian Sarapan Gratis

Sedangkan bom yang dipakai Puji dan dua anak perempuannya termasuk bom pinggang. Terlihat dari kerusakan tubuh pelaku, yakni hanya bagian perut.

“Tidak ada korban dari masyarakat,” jelas Tito.

Sementara itu, Bom di Gereja Santa Maria termasuk Bom Pangku. “Dibawa pakai motor, efeknya cukup besar,” ungkap Tito. Jenis-jenis bom itu, menurut Tito, sangat khas. Untuk bahan dan detail bom, Polri masih melakukan observasi di laboratorium forensik.

Bom di 3 gereja, berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, Senin (14/5) dini hari, menyebabkan 13 orang tewas, termasuk pelaku. Sebanyak 43 orang terluka.

Baca Juga: Ada 120 Pendaki Ketika Gunung Merapi Meletus Pagi Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here