Keluarga Sempat Tidak Restui Pernikahan Pasangan Pelaku Bom Gereja di Surabaya

0
601
4196025072
Rumah orang tua kandung Puji Kuswati di Desa Kecamatan Muncar Banyuwangi Tembokrejo Copyright © Kompas

Pasangan Pelaku Bom Gereja di Surabaya Sempat Tidak Direstui

Indowarta.com – Puji Kuswati, Pelaku Bom Bunuh diri di Gereja Kristen Indonesia Diponegoro, Surabaya, sempat tidak merestui pernikahan Puji dengan Dita Upriyanto.

Rusiono, Perwakilan keluarga Puji mengatakan, keluarganya tidak merestui pernikahan karena prilaku Dita yang dianggap tertutup dan tidak bisa dekat dengan keluarga.

-“Tapi, akhirnya mereka tetap melangsungkan pernikahan dan diurusi oleh keluarga angkatnya yang di Magetan. Ya keluarga di Banyuwangi akhirnya menerima,” ujar Rusiono kepada Kompas.com, Senin (14/5/2018).

Baca Juga: Pelaku Bom Gereja di Surabaya Tulis Status Soal Kesulitan Hidup Sebelum Melakukan Aksi

Selama menikah, Puji mengikuti sikap suaminya, dirinya jarang bergaul dan menjadi pribadi yang lebih tertutup.

Bahkan, dirinya juga sudah mulai jarang berkunjung ke Banyuwangi termasuk ketika lebaran. Puji Pun jarang sekali berkomunikasi dengan keluarga secara intens.

“Untuk penampilan saat pulang ke Banyuwangi ya biasa saja. Nggak ada yang berbeda. Nggak pakai cadar. Sama kayak yang lainnya. Pakaiannya tidak mencolok,” katanya. Rusiono mengaku tidak mengetahui aktivitas sehari-hari Puji dan suaminya, Dita, karena mereka tinggal di Surabaya.

Namun, Keluarga di Banyuwangi masih memperhatikan kebutuhan Puji, Anak Ketiga dari Koesni, Warga Tambakrejo, Kecamatan Muncar.

Baca Juga: Densus 88 Baku Tembak dengan Kelompok Teroris di Sidoarjo

Orangtua kandungnya bahkan pernah membelikan Puji rumah dengan harga Rp 600 juta dan dua kali membelikan mobil. Namun semuanya telah dijual oleh pasangan Pelaku Bom Gereja tersebut.

 Terakhir, satu mobil yang dibelikan oleh keluarga Puji adalah Toyota Avanza yang dikendarai Dita Upriyanto saat meledakkan diri di Gereja Pantekosta Pusat, Surabaya. “Dua mobil yang dibelikan dijual semua. Jadi mobil ketiga yang terakhir dibelikan, BPKB-nya tidak diberikan karena takut dijual. Tapi ternyata mobil itu yang digunakan untuk bom bunuh diri oleh suaminya, Puji,” ujar Rusiono.

Baca Juga: Begini Kronologis Ledakan Bom yang Terjadi di Mapolrestabes Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here