Menelisik Jalan Habib Rizieq Shihab Jadi Capres

0
596
habib rizieq shihab
Copyright©megapolitan

Habib Rizieq Shihab Jadi Capres

Indowarta.com Nama Habib Rizieq Shihab kembali membesut perhatian public. Kali ini lantaran Imam besar Front Pembela Islam iini di gadang-gadang maju sebagai bakal calon presiden dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Adalah persaudaraan Alumni 212 yang mendapuk pria 53 tahun tersebut untuk bersaing meraih Kursi RI-1.

Baca Juga: Prabowo, Amien Rais dan Elite PKS Insyaallah Bertemu dengan Habib Rizieq Shihab

Niat mengusung Habib Rizieq Shihab itu terbersit usai PA 212 melakukan rapat koordinasi Nasional atau Rakornas PA 212, di cibubur, Jakarta Timur, Selasa 29 Mei 2018. Hasilnya ada lima nama yang direkomendasikan untuk bakal capres yakni Habib Rizieq Shihab, Prabowo Subianto, Tuan Guru Bajang, Yusril Ihza mahendra dan Zulkifli Hasan.

Terdapat sejumlah alasan kuat yang mendorong PA 212 mengusung Habib Rizieq Shihab. “Negara ini butuh sosok pemimpin tegas, berani, menyelamatkan bangsa dari kepentingan asing, luar, dan aseng. Pertimbangan teman-teman lain yaitu figur utama yang dicintai umat dan punya massa riil,” ujar Ketua Presidium PA 212, Slamet Maarif dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Kamis, 31 Mei 2018.

Habib Rizieq Shihab
Copyright ©tribunnews

Denga Posisi sebagai Imam Besar FPI, Habib Rizieq Dinilai punya pengaruh penting dalam kontes pemilu. Bahkan Slamet mengklaim kemenangan Anies Baswedan di Pemilihan kepada daerah DKI 2017, tidak lepas dari andil Habib Rizieq Shihab menurut umat.

Baca Juga: Cak Imin Saat Ditanya Soal Habib Rizieq Shihab Capres PA 212: Belum Ada Partai

Namun, untuk mengusung Habib Rizieq Shihab sebagai capres harus melalui sejumlah persyaratan lebih dulu, di antaranya mendapat dukungan dari partai politik. Dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum diatur, presidential threshold (PT) atau ambang batas pengajuan capres yang harus dipenuhi partai politik atau gabungan partai politik yaitu, mesti mempunyai 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah nasional dalam pemilu sebelumnya.

Untuk itu, Slamet akan berkomunikasi intens setidaknya dengan poros Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), serta Partai Bulan Bintang (PBB).

Baca Juga: Fakta Tentang Hitler Nababan yang Dikeroyok Usai Unggah Meme Amien Rais dan Habib Rizieq Shihab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here