Berita Terkini : Mengenang Kembali Kerusuhan dan Tragedi Berdarah 27 Juli 1996 !

    0
    1435
    Tragedi 27 Juli

    Berita Terkini : Mengenang Kembali Kerusuhan dan Tragedi Berdarah 27 Juli 1996 !

    Indowarta.comTragediĀ 27 Juli 1966 ini disebut juga dengan peristiwa Kudatuli (Akronim dan Kerusuhan Dua Puluh Juli) atau disebut dengan peristiwa sabtu kelabu. Peristiwa ini berawal dari kemenangan Megawati Soekarno Putri di dalam Kongres Luar Biasa Partai Demokrasi Indonesia (KLB PDI) di Surabaya pada tahun 1993. Kemenangan Megawati ini merupakan ancaman bagi rezim orde baru.

    Ini tejadi karena adanya konflik yang terjadi di kubuh PDI antara kelompok pendukung dari Suryadi yang merupakan ketua umum Kongres Medan 1996 melawan kubuh dari pendukung Megawati ketua Umum Munas Jakarta 1993.

    Peristiwa tersebut adlaah peristiwa pengambilan secara paksa kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro 58 Jakarta pusat yang pada saat itu telah dikuasai oleh pendukung dari Suryadi serta dibantu oleh aparat dari kepollisian dan TNI.

    Kemudian peristiwa ini telah meluas menjadi kerusuhan di beberpa wilayah yang ada di Jakarta, khususnya pada wilayah Jalan Diponegoro, Salemba, Kramat. Beberapa kendaraan yang berada wilayah tersebut telah terbakar. Tidak hanya kendaraan, ada juga gedung yang dibakar.

    Tragedi 27 Juli

    Pemerintah telah menuduh PRD sebagai penggerak kerusuhan. Kemudian Pemerintah Orde Baru memburu para aktivis PRD dan menjebloskan mereka ke penjara. Aktivis PRD yang bernama Budiman Sudjatmiko telah mendapatkan hukuman yang terberat yakni selama 13 tahun penjara.

    Hasil penyelidikan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menyebutkan bahwa ada lima orang yang meninggal dunia, 149 orang baik sipil maupun aparat menderita luka-luka dan 136 orang telah ditahan. Selain itu Komnas HAM juga menyimpulkan telah terjadi beberapa pelanggaran HAM.

    Soeharto dan beberapa pembantu mililternya telah merekayasa Kongres PDI di Medan dan kembali mendudukkan Suryadi sebagai Ketua Umum PDI. Rekayasa yang bertujuan untuk menggulingkan Megawati ini mendapatkan perlawanan oleh pendukung Megawati dengan menggelar Mimbar bebas di Kantor DPP PDI.

    Yang hadir di dlaam mimbar bebas ini adalah beberapa tokoh kritis dan juga aktivis yang menentang Orde baru. Mimbar ini mampu menyadarkan rakyat atas perilaku politik Orde Baru.

    baca juga :

    Berita Terkini : Fakta Fakta Baru Yang Terkuak Dalam Sidang Kasus Jessica Wongso !

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here