Berita Hari Ini : 10 Terpidana Mati Belum Dijadwalkan Eksekusi Oleh Kejaksaan Agung !

0
1232
eksekusi mati

Berita Hari Ini : 10 Terpidana Mati Belum Dijadwalkan Eksekusi Oleh Kejaksaan Agung !

Indowarta.com– Kejaksaan Agung telah mengeksekusi 4 dari 14 terpidana mait. Kejagung telah menunda eksekusi 10 terpidana mati karena hak hukumnya masih belum terpenuhi secara tuntas. Dalam konverensi Pers di Kejaksaan Agung, Kabyoran Baru, Jakarta Selatan pada hari Jumat 29 Juli 2016,  Jaksa Agung HM Prasetyo menyatakan bahwa 10 lainnya akan ditentukan kemudian hari.

Meskipun sudah ditangguhkan eksekusinya, Prasetyo menegaskan bahwa pengangguhan untuk 10 terpidana mati ini tentunya harus diteliti lebih dahulu. Kejaksaan Agung akan mengeksekusi empat terpidana mati kasus narkoba. Empat terpidana tersebut adalah Freddy Budiman (warga Indonesia), Michael Titus Igweh (Nigeria), Humphrey Ejike (Nigeria), dan Seck Osmane (Senegal).

Mengiringi rencana eksekusi tersebut, telah disiapkan 14 peti jenazah yang tida di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada hari Kamis 28 Juli. 14 peti mati tersebut diangkut menggunakan dua rombongan mobil ambulan.

Freddy Budiman

Hukuman mati di Indonesia ini menuai pro dan kontra. Tidak hanya di dalam negeri, negeri lain pun juga memprotes hukuman mati di Indonesia. Terkait dengan protes tersebut, Menteri Lur Negeri menanggapinya dengan dingin.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir mengatakan kepada awak media pada hari Kamis 28 juli 2016, Jakarta Pusat bahwa hukuman mati dilakukan oleh penegak hukum dan ditegaskan bahwa hukuman mati tidak bertentangan dengan hukum internasional. Dalam konteks UUD 1945, hukuman mati masih bagian hukum yang positif yang berlaku di Indonesia.

Armanatah meminta kepda negara lain agar menghormati hukum yang berlaku di Tanah Air. Langkah ini merupakan penerapan dan penegakan hukum.

Berdasarkan data dari BNN, hampir 40 orang hinggas 50 orang di Indonesia meninggal dunia karena konsmsi narkoba. Rata-rata dari mereka berusia 10 hingga 12 tahun, orang dewasa juga orang tua.

Negara ditafsirkan menderita kerugian sebesar Rp 63,1 triliun akibat dari peredaran narkoba tersebut. sebanyak 4,1 juta jiwa telah terpengaruh penggunaan narkoba.

baca juga :

Berita Hari Ini : Polri Nyatakan Kebenaran Atas Eksekusi Mati yang dilakukan Jumat Dinihari Tadi !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here