Berita Terkini : Benarkah Presiden Jokowi Lepas Tangan Atasi Masalah Kampanye LGBT Di Indonesia ?

0
1150
LGBT

Berita Terkini : Benarkah Presiden Jokowi Lepas Tangan Atasi Masalah Kampanye LGBT Di Indonesia  ?

Indowarta.com– pada satu butir Nawacitra yang dikampanyekan oleh presiden Jokowi sebelum menjadi presiden adalah penghapusan segala jenis Diskriminasi termasuk juka yang terkait dengan LGBT.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa kembali menyinggung perihal penentangan LGBT usai Rapat Kerja di Komisi VIII DPR RI pada hari selasa lalu.

Ia mengatakan bahwa sebagaimana yang disebut para ahli Fikih jika memang bawaan lahir yang mempunyai jenis alat Vital ganda, tinggal bagaimana orang tua mengarahkan  nanti yang akan dominan nantinya kemana.

Akan tetapi sesudah itu Mensos kembali mengulangi tudingannya bahwa ada sebuah rekayasa sosial terkait apa yang disebut penyebaran kelompok tak senonoh tersebut.

Ini semisal sudah dilihatnya di kota lombok beberapa waktu dekat yang lalu bahwa ada yang menyasar anak anak yang kurang mampu untu di imingi dengan hadiah. Namun dua minggu sesudah itu anak tersebut sudah berubah menjadi pakai Lipstik.

Sayangnya Mensos tidak menjelaskan lebih jauh dibagian Lombok mana yang dimaksut dengan hal tersebut. Banyak yang bertanya apa sebetulnya peristiwa itu dan apakah mengikuti proses selama dua minggu hingga berdampak seperti itu.

Akan tetapi sejumlah kalangan menyebutkan bahwa beberapa waktu ini banyak sekali gelombang Kelompok tidak senonoh itu melanda Indonesia. Bahkan berkembang tudingan bahwa badan PBB untuk program pembangunan, UNDP, memberikan bantuan 8 Juta dollar untuk Kapanye Kelompok LGBT di Indonesia.

LGBT

Hingga kemudian komisi di DPR dan Wakil Presiden JK emnyerukan bahwa UNDP menghentikan hal tersebut. Wapres juga menebutkan bahwa bantuan dana itu harus segera dihentikan oleh lembaga tersebut.

Namun di situs UNDP disebutkan bahwa program itu untuk ke sejumlah negara ASEAN dan diarahkan pada stigma diskriminasi tindak kekerasan terhadap Kelompok tersebut dan juga menyangkut perlindungan hukum dan kebijakan dari $8 juta itu hanya $300.000 -kurang dari Rp. 5 miliar yang dialokasikan bagi Indonesia.

Lepas dari tudingan tersebut, Wapres JK memang mengakui bahwa LGBT ada. Secara pribadi ia mengatakan bahwa itu ada. Nyatanya dalam berbagai budaya dan kepercayaan tradisional di Indonesia LGBT merupakan bagian yang inheren. Termasuk budaya Bugis.

baca juga : Berita Terkini : Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa Endus Sasaran LGBT Di Indonesia, Siapa Saja ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here