Berita Hari Ini : Puluhan Brimob Sudah Mulai Mendarat Di Kawasan Kalijodo, Gusur ?

0
1011
Kalijodo
[email protected]

Berita Hari Ini : Puluhan Brimob Sudah Mulai Mendarat Di Kawasan Kalijodo, Gusur ?

Indowarta.com– Puluhan personil dari Satuan Brimob mulai berdatangan ke kantor kecamatan Penjaringan Jakarta Utara pada hari Kamis 18 Februari 2016. Puluhan Brimob ini membawa Senjata lengkap. Tugas dari Puluhan brimob tersebut untuk mengawal pelaksanaan surat peringatan satu yang akan disebar di kawasan kalijodo Pejagalan, Penjaringan Jakarta Utara.

Dalam pantauan di lapangan, Hingga saat ini petugas gabungan masih melakukan persiapan penyebaran surat peringatan pertam yang akan diberikan di RW 05 Kalijodo, penjaringan yang terdiri dari Lima Rukun Tetangga.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Pemerintah Kota Jakarta Utara melayangkan Surat Pemberitahuan ( SP) 1 kepada Warga Kalijodo pada hari ini. Namun Warga santai saja menanggapi SP ! dari pemerintah.

Pagi ini, Warga masih menjalankan Aktivitas seperti biasa. Salah satu Warga Kalijodo yang bernama Menang mengatakan bahwa ia dan warga lainya mengaku pasrah dalam rencana pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggusur kawasan tempat tinggal mereka di Kalijodo.

Rencana penggusuran Kalijodo membuat menang tidak bisa tidur pulas. Ia memikirkan bagaimana nantinya jika tidak mendapatkan jath rumah susun.

copyright@Metronews.com
[email protected]

Beberpa warung di sepanjang Jalan Kanal Banjir Barat kalijodo Nampak sudah mulai dengan kegiatan jual beli. Beberapa warga juga berkumpul sambil berbincang dan berdiskusi.

Di kawasan Kalijodo mencuat setelah Ahok memutuskan untuk menggusur kawasan tersebut. Ahok mengaku akan menggusur kawasan tersebut bukan semata-mata Kesal dengan praktik Prostitusi saja.

Proses penertiban pun juga berbeda dengan apa yang dilakukan di Kampung Pulo. Sebab masalah Kalijodo punya permasalahan yang cukup Kompleks. Ahok mengatakan pemukiman di Kalijodo melanggar aturan karena berada di atas tanah Negara. Ahok menginginkan bahwa Kalijodo menjadi Ruang Terbuka dan Hijau.

Pemprov DKI memberikan waktu tujuh hari kepada warga Kalijodo untuk meninggalkan kawasan tersebut. Namun jika hal itu diabaikan. Maka Pemprov akan mengeluarkan SP 2 untuk jangka waktu 3 Hari dan SP 3 untuk satu Hari saja. Bila tidak dipatuhi, Pemprov DKI akan pemindahan Paksa bagi Warga Kalijodo yang membangkang.

baca juga :Berita Hari Ini : Ahok Tutup Pintu Masuk Kalijodo Untuk Mencegah Pelanggan ‘Esek Esek’ Masuk !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here