Berita Hari Ini : Mengaku Nabi Isa Dari Jombang , Jari Ungkap Sudah Memiliki Seratus Penmgiku Lebih !

0
1130
Nabi Isa Jombang

Berita Hari Ini : Mengaku Nabi Isa Dari Jombang , Jari Ungkap Sudah Memiliki Seratus Penmgiku Lebih !

Indowarta.com– Sejak tahun 2005, Jari berumur 44 tahun mengukuhkan dirinya sebagai Nabi Isa. Dalam waktu 10 tahun, Nabi Isa dari Jombang ini mempunyai pengikut yang berjumlah sekitar 100 orang.

Meskipun sudah berjalan selama 10 tahun, pemerintah maupun MUI Jombang sama sekali tidak melakukan tindakan terhadap Jari yang mengklaim bahwa Nabi Isa adalah dirinya.

Kiai Kholil Dahlan, Ketua MUI Jombang berkata bahwa Komisi Dakwah selama enam bulan menyelidiki  segala aktivitas dari pengikut Jari yang terletak di DUsun Gempol, Desa Karang Pakis, Kabuh, Jombang. MUI ternyata sudah terlibat selama sepuluh tahun eksistensi Jari dengan cara membina semua penduduk desa tersebut. Menurut Kiai Kholil Dahlan, perkumpulan dari Jari tersebut diperbolehkan selama tidak berpengaruh pada khalayak ramai.

Dahlan juga menjelaskan bahwa Jari dan juga pondok pesantren Kahuripan ASH SHiroth tidak berpengaruh sama sekali terhadap masyarakat sekitarnya. Sedangkan menurut data, kebanyakan pengikut Nabi Isa dari Jombang  yang berjumlah 100 orang ini bukan berasal dari Jombang.

Nabi Isa Jombang

Namun pada kenyataannya pengikut yang sering berjamaah tidaklah seperti yang diungkapkan berjumlah 100 orang. Dalam pengajian yang diadakan pondok tersebut juga tidak dibahas hal – hal tentang kenabian, hanya tentang hal umum yang terjadi pada lingkungan sekitar.

M Mas’ud sebagai Kepala Bakesbangpol Linmas Kabupaten Jombang malah mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak pernah menyelidiki keberadaan dari kelompok yang dipimpin Jari tersebut. Bahkan Mas’ud baru tahu adanya Nabi Isa dari Jombang setelah Kantor Kemenag Jombang menginformasikan pada dirinya. Dirinya juga berdalih bahwa tugas mengawasi aliran keagaan bukanlah bagian dari urusan Bakesabangpol Linmas.

Jari yang mengukuhkan dirinya sebagai Nabi Isa mengatakan bahwa dirinya telah menerima sebuah wahyu ketika sedang melakukan shalat malam disebuah Pondok Pesantren di Desa Brangka, Sooko, Mojokerto pada tahun 2004. Setelah kejadian tersebut dirinya langsung mendirikan Pondok Pesantren Kahuripan Ash Shiroth.

Didalam pondok pesantren tersebut Jari mulai menyebarkan ajaran dan wahyu yang diterimanya kepada puluhan pengikutnya. Dalam ponpes ini diadakan 2 kali pengajian dalam sebulan. Para pengikutnya juga menganggap bahwa anak pertama dari Nabi Isa dari Jombang adalah Imam Mahdi.

baca juga : Benarkah Presiden Jokowi Lepas Tangan Atasi Masalah Kampanye LGBT Di Indonesia ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here