Berita Terkini : Ada WNI Disandera Lagi, Perjanjian 3 Negara Hanyalah Retorika Semata !

    0
    870
    WNI disandera

    Berita Terkini : Ada WNI Disandera Lagi, Perjanjian 3 Negara Hanyalah Retorika Semata !

    Indowarta.com– Pemerintah Indonesia, Malaysa, Filipina lewat beberapa pertemuan telah sepakat bahwa akan mengamankan beberapa titik di kawasan rawan dari perampokan dan juga pembajakan. Namun hingga detik ini, kesepakatan yang telah dbuat tersebut dianggap hanya sebagai retorika belaka dan hanya sebuah ajang foto-foto.

    Karena terhambat oleh kendala teknis, hingga saat ini kesepatakn tersebut masih belum terealisasi. Kini telah beredar kabar bahwa ada WNI disandera oleh kelompok yang ditengarai sebagai bagian dari Abu Sayyaf. Hal ini jelas sudah tidak bisa ditolerir lagi.

    Kesepakatan tiga negara untuk melakukan patroli bersama atau intelligence sharing dan juga bantuan darurat harus segera direalisasikan. Hal ini bertujuan untuk menjamin  kemanan di kawasan tersebut terhadap ancaman terorisme, perampokan dan juga perampokan bersenjata.

    abu sayyaf

    anggota Komisi I DPR RI, Charles Honoris, di Jakarta, Minggu 7 Agustus 2016 mengatakan Pola-pola lain seperti model eyes in the sky dalam beberapa tahun terakhir juga bisa ditiru. Selain itu Indonesia dan komunitas internasional harus menekan Filipina sebagai negara yang sudah 20 tahun lebih telah meratifikasi International Convention Against The Taking Of Hostages untuk berbuat lebih lagi dalam upaya mencegah dan menangani kasus-kasus penculikan dan penyanderaan di wilayah teritorialnya,”.

    Dalam beberapa tahun ini memang tercata bahwa adanya ratusan kasus penculikan dan juga penyanderaan oleh kelompok kriminal yang berbasis di Filipina Selatan.

    Charles mengaku bahwa masih belum lama ini dia telah mendampingi Ibu Dian Mega dan juga lima orang lainnya yang juga merupakan keluarga dari WNI disandera tersebut oleh kelompok Abu Sayyaf. dirinya sudah berdialog dengan pihak Kemenlu. Sudah ada 48 hari keluarga telah menunggu kepulangan dari korban dengan dihantui rasa cemas.

    Masih belum lagi teror yang diluncurkan melalui sms dan juga telefon kepada pihak keluarga dari para penyandera. Tentu saja masyarakat tidak menginginkan hal ini terjadi lagi. Peyanderaan ini bukanlah kali pertama pada tahun ini.

    baca juga :

    Berita Hari Ini : 6 Pria Terduga Dengan ISIS Dan Lakukan Bom Solo Akhirnya Diringkus Densus 88 Di Batam !

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here