Berita Hari Ini : Harga Rokok Akan Dinaikkan Jadi Rp 50.000 Per Bungkus

0
41944
rokok

Berita Hari Ini : Harga Rokok Akan Dinaikkan Jadi Rp 50.000 Per Bungkus

Indowarta.com– Pemerintah mengaku bahwa pihaknya telah mendengar mengenai usulan kenaikan harga rokok menjadi Rp 50.000 per bungkus. Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah akan mengkaji penyesuaian tarif cukai rokok sebagai salah satu instrumen harga rokok.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara di Perkantoran Kementerian Keuangan, Jakarta pada hari Rabu 17 Agustus 2016 mengatakan bahwa cukai rokok masih belum didiskusikan oleh pemerintah tapi biasanya pada setiap tahun akan terjadi penyesuaian tarif cukainya.

Selama ini, yang dinilai menjadi penyebab dari tingginya jumlah perokok di Indonesia adalah harga rokok yang berada di bawah Rp 20.000. hal itu yang membuat oran gyang kurang mampup hingga anak sekolah mudah membeli rokok.

Berdasarkan hasil studi yang dilalkukan oleh Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Keshatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yakni hasbullah Thabrany beserta dengan rekannya menyebutkan bahwa adanya keterkaitan antara harga rokok dengan jumlah perokok.

rokok

Hasil studi tersebut menyebutkan bahwa sejumlah perokok akan berhenti merokok jika harga rokok akan dinaikkan sebesar dua kali lipat. Dari 1000 orang yang di survei, ada 72 persen perokok yang bilang akan berhenti merokok jika harga rokok akan diatas Rp 50.000.

Pemerintah sendiri telah mengatakan bahwa cukai rokok memang selalu ditinjau ulang pada tiap tahunnya. Beberapa indikator yang menjadi pertimbagnan adalah kondisi ekonomi, permintaan rokok dan juga perkembangan industri rokok.

Direktorat Jenderal Bea Cukai yakni Heru Pembudi mengatakan bahwa harus ada komunikasi dengan selutuh stakeholder yang pro terhadap kesehatan dan juga pro kepada industri. Heru menyebutkan bahwa jika hanya mendengarkan satu pihak saja, tidak menutup kemungkinan akan terjadi bangkrut, baik industri maupun petani. Bahkan hal ini juga berpengaruh kepada penyerapan tenaga kerja.

Heru menjelaskan bahwa kenaikan harga rokok ini akan menimbulkan efek negatif yang terlalu besar. Menurut Heru, komunitas dan juga perekonomian akanĀ  mengalami kerugian.

Berbeda dengan Heru, Wakil Gubernur DKI Jakarta yakni Djarot Saiful Hidayat menyatakan bahwa dirinya mendukung akan wacana kenaikan harga rokok tersebut.

baca juga :

Berita Hari Ini : Pelaku Pembunuhan Imam Masjid Di New York Usai Shalat Masih Buron !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here