Berita Terkini : Usulan Harga Rokok Naik Rp 50.000 Per Bungkus Masih Dipertimbangkan, Konsumen dan Petani Siap Kedodoran !

0
2665
harga rokok

Berita Terkini : Usulan Harga Rokok Naik Rp 50.000 Per Bungkus Masih Dipertimbangkan, Konsumen dan Petani Siap Kedodoran !

Indowarta.com– Kini Pemerintah telah berencana untuk menaikkan harga rokok ke standar minimal Rp 50.000. tujuan dari kebijakan ini adalah untuk menekan jumlah prokok aktif.

Namun apakah kebijakan tersebut akan cukup efektif? Berbagai tanggapan pun mulai bermunculan dengan isu berita ini. Salah satu konsumen rokok yakni bernama Herman mengaku bahwa dirinya sangat keberatan dengan rencana pemerintah yang akan menaikkan harga rokok menjadi Rp 50.000. menurut Herman, penikamat rokok kini rata-rata adalah mereka yang mempunyai ekonomi menengah kebawah.

Menurut Herman, bagi mereka yang sulit lepas dari rokok, maka secara otomatis beban biaya akan bertambah dan tidak dipungkiri juga keuangan keluarga juga akan terganggu akibat kebijakan tersebut. bagi masyarakat yang mempunyai tingkat pendidikan rendah, mereka akan berfikir untuk mencari penghasilan lain untuk bisa membeli rokok, bukan malah menghentikan kebiasaan mengkonsumsi rokok.

harga rokok

Karena eksistensinya masih belum sampai ke masyarakat, maka kebijakan untuk menaikkan harga rokok ini harus dilihat secara lebih luas lagi.

Menurut Herman, meninggalkan kebiasaan mengkonsumsi rokok itu merupakan masalah kesadaran. Berapapun harganya akan dinaikkan akan tetap tidak efektif jika konsumennya masih belum sadar juga. Bahkan mungkin bisa menimbulkan masalah baru lagi.

Tidak hanya konsumen, protes juga datang dari para petani tembakau. Karena dinilai akan membunuh para petani tembakau saat ini, mereka merasa sangat keberatan jika harga rokok akan dinaikkan.

Salah satu petani tembakau yakni bernama Darmo mengatakan bahwa kalau memang nanti harga rokok naik, penualan rokok akan mengalami penurunan dan juga akan berdampak pada permintaan tembakau. Jika memang seperti ini, maka petani tembakau akan terkena dampaknya.

Disisi lain, Kepala Badan Kebijakan Fiskal yakni Suahasil Nazara mengatakan bahwa cukai rokok masih belim didiskusikan lagi. Namun dia menyebutkan bahwa pada setiap tahun pihaknya telah biasa melakukan penyesuaian tarif cukai.

Salah satu penyebab dari tingginya perokok di Indonesia ada harga rokok di Indonesia yang masih berada di bawah Rp 20.000 per bungkus. Karena harganya yang tidak terlalu tinggi tersebut, banyak orang yang tidak mampu bahkan anak-anak yang dengan leluasa membeli rokok.

baca juga :

Berita Hari Ini : Harga Rokok Akan Dinaikkan Jadi Rp 50.000 Per Bungkus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here