Berita Terkini : Angka Kekerasan Masih Tinggi, Full Day School Belum Layak Dijalankan !

0
981
Full Day School

Berita Terkini : Angka Kekerasan Masih Tinggi, Full Day School Belum Layak Dijalankan !

Indowarta.com– Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) yakni Retno Listyarti menilai bahwa di Indonesia masih belum tepat apabila menerapkan gagasan belajar sehari penuh atau full day school karena masih maraknya kekerasan yang terjadi di anak sekolah.

Retno menyebutkan bahwa sebelum adanya penambahan jam pelajara, sudah ada banyak anak-anak yang mengalami kekerasan dan juga bullying di sekolah. Dengan adanya penambahan jam pelajaran, telah memperbesar celah anak untuk mengalami kekerasan di sekolah.

Di dalam konferensi pers di kantor Yayasn Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Jakarta  yang digelar pada hari Kamis 18 Agustus 2016, Retno mengatakan bahwa selama kekerasan sekolah masih belum bisa ditangani, kebijakan full day school ini dirasa masih belum tepat diterapkan di Indonesia.

Full Day School

Berdasarkan hasil riset The Plan Asia Regional Office invited the International Center for Research on Women (ICRW) tahun 2014, Retno menyebutkan bahwa kekerasan dan juga bullying terjdi pada 7 dari 10 anak di Indonesia. Dari hal ini cukup menjelaskan bahwa sekolah masih belum merupakan tempat yang aman bagi anak.

Menurut Retno, dengan adanya penambahan jam belajar di sekolah, maka akan memperbesar kesempatan anak untuk tidak berada di dalam pengawasan guru. Maraknya aksi kekerasan dan juga bullying yang terjadi selama ini telah menunjukkan bahwa selama ini pengawasan guru atau sekolah terhadap anak masih belum optimal.

Retno mengatakan “Bagaimana kalau ada penambahan jam pelajaran? Apa Guru bisa terus memantau kegiatan anak-anak? Orang tua kan jadi semakin khawatir,”.

Menurut salah satu penggiat pendidikan yakni Karina Adistiana menyebutkan bahwa pemerintah seharusnya menerapkan kebijakan pendidikan sesuai dengan keinginan dan juga kebutuhan belajar anak di sekolah.

Menurut Karina, seharusnya pemerintah memberikan kesempatan untuk siswa agar ikut di dalam pembentukan kebijakan pendidikan. Kebijakan pendidikan yang selama ini diterapkan dinilail menempatkan siswa hanya sebagai objek percobaan kebijakan pemerintah saja. kebijakan full day school, dinilai tidak mengindahkan keinginan dan juga hak anak untuk bermain.

baca juga :

Berita Hari Ini : Begini Tanggapan Mantan Menteri Anies Baswedan Tentang Full Day School !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here