Berita Hari Ini : Ketua DPR Setuju Dengan Wacana Kenaikan Harga Rokok Capai Rp 50.000 Per Bungkus !

0
2653
Harga Rokok

Berita Hari Ini : Ketua DPR Setuju Dengan Wacana Kenaikan Harga Rokok Capai Rp 50.000 Per Bungkus !

Indowarta.com– Ketua DPR yakni Ade Komarudin telah setuju dengan wacana mengenai kenaikan harga rokok yang rencananya akan dinaikkan sebesar Rp 50.000 per bungkus. Menurut Ade, wacana tersebut sekaligus bisa mengurangi kebiasaan merokok masyarakat agar tidak merokok lagi. Ade mengatakan bahwa rokok merupakan musuh bangsa yang sudah disadari oleh semua orang.

Ade yang kala itu berada di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada hari Jumat 19 Agustus 2016 mengatakan bahwa dirinya setuju akan kenaikan harga rokok ini.

Menurut Ade, di samping kenaikan tersebut, pendapatan negara juga akan secara otomatis bertambah apabila harga rokok akan dinaikkan. Kenaikan harga rokok juga akan membantu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada masa mendatang.

Pihak pemerintah sendiri mengaku bahwa telah mendengarkan usulan kenaikan harga rokok menjadi Rp 50.000 per bungkus. Hal inilah yang membuat pemerintah akan mengkaji penyesuaian tarif cukai rokok sebagai salah satu instrumen harga rokok.

Harga Rokok

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta pada hari Rabu 17 Agustus 2016 mengatakan bahwa mengenai cukai rokok masih belum didiskusikan, namun pada biasanya pihaknya akan ada penyesuaian tarif cukainya.

Salah satu faktor yang menjadi masih banyaknya perokok aktif di Indonesia adalah tentang harga rokok yang masih berada di bawah Rp 20.000. Tentu saja hal ini membuat orang yang kurang mampu hngga anak-anak sekalipun dirasa mudah untuk membeli rokok.

Sejalan dengan Ade Komarudin, Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yakni Hasbullah Thabrany menyebutkan bahwa harga rokok memang sudah seharusnya dinaikkan hingga dua kali lipat.

Dalam acara 3rd Indonesian Health Economics Association (InaHEA) Congress di Yogyakarta yang digelar pada hari Kamis 28 Juli 2016 yang lalu, Hasbullah mengatakan bahwa dengan menaikkan harga rokok maka akan bisa menurunkan prevalensi perokok terutama kepada masyarakat yang tidak mampu.

baca juga :

Berita Terkini : Apa Alasan Harga Rokok Dinaikkan Sampai Rp 50.000 ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here