Harga Rokok Naik Jado Rp 50.000 Per Bungkus, Jumlah Orang Miskin Jadi Berkurang, Atau Sebaliknya ?

0
1227
Harga Rokok

Harga Rokok Naik Jado Rp 50.000 Per Bungkus, Jumlah Orang Miskin Jadi Berkurang, Atau Sebaliknya ?

Indowarta.com– Terdapat wacana kuat untuk menaikkan harga rokok secara signifikan yakni sebesar Rp 50.000 per bungkus. Karena dinilai akan menimbulkan manfaat, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia telah mendorong akan kenaikan harga rokok ini.

Ketua Pengurus Harian YLKI dan Pengurus Komnas Pengendalian Tembakau yakni Tulus Abadi mengatakan bahwa harga rokok yang mahal akan bisa menurunkan angka konsumsi rokok di rumah tangga miskin. Tulus menyebutkan bahwa hal ini dinilai sangat logis karena 70 persen konsumsi rokok justru akan menjerat rumah tangga miskin.

Pada setiap tahunnya, data BPS menyebutkan bahwa pemicu kemiskinan di rumah tangga miskin adalah beras dan juga rokok. Dengan dinaikkannya harga rokok menjadi lebih mahal, keterjangkaukan mereka terhadap harga rokok akan mengalami penurunnan.

rokok

Konsumsi rokok di rumah tangga miskin akan berdampak positif terhadap kesejahteraan dan juga kesehatan mereka. Uang yang pada mulanya untuk membeli rokok akan bisa dikonversi menjadi untuk membeli bahan pangan. Selain mempunyai dampak yang negatif, rokok juga tidak mempunyai kandungan kalori sama sekali di dalamnya.

Sementara itu bagi negara, dengan mahalnya harga rokok ini akan meningkatkan pendapatan cukai yang akan meningkat sebesar 100 persen dari sekarang. Selain untuk digunakan sebagai proteksi rumah tangga miskin, harga rokok mahal ini juga akan mengatrol pendapatan negara dari sisi cukai.terlebih lagi tarif cukai di Indonesia tergolong terendah apabila dilihat dari sisi Internasional.

Menurutnya, memang sudah semestinya harga rokok dijual dengan harga yang mahal. Hal  ini bisa digunakan sebagai instrumen pembatasan dan juga pengendalian. Di negara maju saja harga rokok sudah lebih dari Rp 100 ribu per bungkus.

Dengan kenaikan harga rokok ini tidak akan membuat pabrik menjadi bangkrut dan juga melakukan PHK buruhnya. Salah satu penyebab dari PHK rokok adalah karena pihak pabrik sudah melakukan mekanisasi yakni dengan cara mengganti buruh dan kemudian menggunakan tenaga mesin untuk menjalankan proses produksi.

baca juga :

Berita Terkini : Usulan Harga Rokok Naik Rp 50.000 Per Bungkus Masih Dipertimbangkan, Konsumen dan Petani Siap Kedodoran !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here