Berita Terkini : Ribuan Pengemudi Taksi Online Lakukan Aksi Demo Tolak Pembuatan SIM A Umum Baru !

0
1516
taksi online

Berita Terkini : Ribuan Pengemudi Taksi Online Lakukan Aksi Demo Tolak Pembuatan SIM A Umum Baru !

Indowarta.com– Kurang lebih ada 1.000 sopir taksi online akan menggelar aksi unjuk rasa di Istana Negara pada hari Senin 22 Agustus 2016. Aksi ini juga akan dilakukan di Kantor Kementerian Perhubungan dan DPR RI dengan tujuan untuk menuntut mencabut Peraturan Menteri Perhubungan (Pemenhub) Nomor 32 tahun 2016 mengenai Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek.

Andryawal yang merupakan kuasa hukum dari para sopir taksi mengatakan bahwa tuntutan pencabuntan ini dilakukan karena dinilai merugikan bagi para sopir taksi online. Andryawal mengatakan bahwa ada beberapa point di dalam Permen Nomor 32 Tahun 2016 tersebut yang dinilai merugikan pihak sopir taksi online. Salah satu poin tersebut adalah mengenai ketentuan untuk wajib memililki SIM A umum.

Adryawal menilai bahwa ketentuan tersebut akan merugikan bagi para sopir taksi online. Dinilai merugikan karena biaya untuk membuat SIM tersebut mencapai Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Tidak hanya itu, mobil yang digunakan pada taksi online ini memililki plat hitam, bukan lagi plat kuning.

Uber

Tidak hanya itu, kewajiban untuk dilakukan uji kir juga mendapatkan protes. Hal ini karena kendaraan yang dipakai oleh sopir taksi online telah memiliki asuransi all risk dan Total lost only (TLO) ata yang disebut juga dengan asuransi kehilangan dan kerusakan kendaraan.

Jika mobil tersebut dilakukan uji kir, maka status dari kendaraan tersebut menjadi angkutan umum. Apabila begitu, maka asuransi yang dibayar akan hangus. Asuransi tidak lagi berlaku apabila terjadi kecelakaan ataupun kehilangan.

Selain itu, aturan untuk balik nama kendaraan taksi online ini juga menjadi atas nama perusahaan yang pastinya akan memberatkan. Pasalnya mobil yang digunakan oleh para sopir taksi online ini masih dalam proses leasing atau masih di dalam tahap cicilan pembayaran.

Oleh karena itu, pihaknya telah menuntut pemerintah mencabut peraturan yang baru dikeluarkan tersebut. Dengan adanya taksi online ini, telah bisa mengurangi pengangguran.

baca juga :

Harga Rokok Naik Jado Rp 50.000 Per Bungkus, Jumlah Orang Miskin Jadi Berkurang, Atau Sebaliknya ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here